Hipnotis dan Pencegahannya

  komentar


 Hipnotis berasal dari kata “hypnos” yang merupakan nama dewa tidur Yunani. Namun perlu dipahami bahwa kondisi hipnotis tidaklah sama dengan tidur. Jika orang yang sedang tidur tidak menyadari dan tidak bisa mendengar suara-suara disekitarnya, sedangkan orang dalam kondisi hipnotis meskipun tubuhnya seperti sedang tidur, ia masih bisa mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya.

Seseorang mengalami kondisi mirip hipnotis minimal 2 kali sehari, yaitu saat akan tertidur dan bangun tidur tapi masih malas untuk bangun. Pada saat itu, seluruh tubuh beristirahat tapi pikiran masih bekerja walaupun setengah sadar.

Apakah Anda terhipnotis oleh cerita yang Anda ikuti? Ya benar, Anda terhipnotis. Apakah Anda dikendalikan oleh cerita dalam film? Tentu saja tidak. Dan memang seperti itulah hipnotis. hipnotis hanya bisa Anda rasakan apabila Anda mengizinkan diri Anda untuk mengalaminya. Seperti ketika Anda membaca novel atau menonton film, Anda sendiri yang mengizinkan diri Anda untuk terpengaruh oleh film atau terhanyut dalam cerita novel.

 

"Hipnotis bukanlah cara menguasai pikiran seseorang. Melainkan seni mengelola pikiran. Seorang pakar hipnotis tidak punya kekuatan supranatural yang bisa mengendalikan pikiran Anda. Jika Anda tidak bisa dipaksa untuk menikmati film, maka Anda juga tidak bisa dipaksa untuk dihipnotis."

 

Berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari maraknya aksi hipnotis yang kini mulai marak:

1. Hal yang biasanya sering dilupakan oleh kita, yaitu : berdoa jika ingin berpergian minta perlindungan kepada Tuhan YME.

2. Fokuskan diri pada sesuatu, misalnya pikirkanlah (bukan lamunkanlah) sesuatu yang bisa membuat otak anda sibuk terhadap sesuatu. Hal ini mencegah atau mempersulit sebuah rangsangan sugesti dapat masuk ke dalam pikiran Anda.

3. Jika seseorang yang asing telah menyapa dan mengajak Anda bicara, jangan lantas didiamkan, karena kita tidak tahu siapa dan maksud dia sebenarnya, namun ambillah langkah aman yaitu, bicaralah dengan tidak terlalu menanggapi perkataannya, karena ketika kita sudah fokus terhadap perkataan orang tersebut, menjadi sangat mudah bagi dia untuk memasukkan sugestinya.

4. Berpikir kritis, dengan banyak mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri ketika ada seorang yang baru dikenal tiba-tiba mengajak Anda berbicara. Ajukan pertanyaan kepada diri sendiri semisal, "ada maksud apa orang ini?", "mengapa begitu baik", dsb. atau dalam kata lain berusahalah curiga tetapi tidak berlebihan.

5. Kunci diri anda dengan sugesti. Sugestikan atau ucapkan dengan tekad kuat sebuah perkataan sakti "Mulai Saat Ini dengan Perlindungan Dari Tuhan, Saya Tidak Mau Dihipnotis"
memang terkesan sederhana namun inilah kekuatannya. Romy Rafael, seorang ahli hipnotis pernah mengucapkan: mulai saat ini berhati-hatilah dengan ucapan yang anda katakan untuk diri anda sendiri, misalnya anda terlalu rendah diri dengan misalnya sering mengatakan, "hal ini terlalu berat untukku, aku tidak mungkin sanggup", nah ucapan tersebut yang terkunci di batin anda sehingga sampai kapanpun anda tidak akan bisa melakukannya. Hal ini sesuai sugesti yang anda berikan kepada diri anda sendiri dan kalaupun Anda bisa melakukannya tentu hasilnya tidak akan maksimal.
6. Masih bersambung dengan no 5, namun ini sebagai penawar dari no 5, yaitu ketika anda memerlukan diri anda untuk di hipnotis, seperti ketika instansi anda atau organisasi anda atau anda sendiri menyewa seorang ahli hipnotis untuk keperluan tertentu, anda harus membuka kunci sugesti dari perkataan no 5 dengan perkataan : "Mulai Saat Ini dengan Perlindungan Dari Tuhan, Saya Mau Dihipnotis"

 

Sumber: lafalofe.blogspot.com dan bos-sulap.blogspot.com.

 





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer