Kurangi Sepeda Cina, SNI Diberlakukan
komentar
Maraknya sepeda impor asal Cina membuat produk sepeda lokal makin bersaing cukup ketat. Untuk mengurangi gempuran asal Cina, pemerintah dalam waktu dekat akan memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk sepeda.
Hal ini diutarakan Direktur Jenderal Transportasi, Telekomunikasi dan Industri IT, Departemen Perindustrian Budi Darmadi, disela-sela peresmian perluasan pabrik sepeda PT Terang Dunia Internusa yang memproduksi seoeda United, kemarin di kawasan Branta Mulia, Sentul, Bogor.
“Dengan diberlakukannya SNI terhadap produk sepeda di Indonesia, semua sepeda yang akan dipasrkan di Indonesia harus diperiksa dan dites terlebih dahulu, apakah sepeda yang akan dipasarkan itu sudah sesuai dengan mutu standar SNI,” katanya.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Persepedahan Indonesia (AIPI), Prihadi, permintaan sepeda di Indonesia mencapai 5 juta hingga 6 juta per tahun. Hitungan ini sejalan dengan kalkulasi dari PT Teran g Dunia Internusa yang memproduksi sepeda merek United.
“Sayangnya, pabrikan sepeda di Indonesia belum bisa memenuhi permintaan pasar sepeda yang kian menggemuk. Produsen dalam negeri baru dapat mengisi 1 juta unit” ujar Prihadi.
Diakui janto Hasan, marketing PT Terang Dunia Internusa, dalam tiga tahun terakhir pasar sepeda di Indonesia menunjukkan tren yang menjanjikan, terlebih lagi akan diberlakukannya wajib SNI untuk produk sepeda. Setiap tahun permintaan sepeda naik 20 persen.
Sementara produk sepeda di tanah air saat ini. Hanya dikuasai tiga pemain besar dalam industri sepeda, masing-masing United yang memproduksi 1.300.000 unit, Wim Cycle sekitar 100.000 unit dan Polygon 550.000 unit pertahunnya.
Sumber: Tribun Kaltim
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


