Tentang Bumi CInta


Unique View : 141
Rating : 0 avg / 0 votes
Short URL : http://capc.us/iSsmE
Dibuat tanggal : 26-07-2010, 12:32:19

Aku suka banget karya-karya novel dari Kang Abik dan yang sudah aku baca adalah KCB, Mahkota Cinta, Mihrab Cinta dan aku ingin sekali beli buku Bumi CInta, tetapi karena lum tahu sinopsisnya, maka aku search di google dan akhirnya aku menemukannya di blognya http://rizkachika.multiply.com/reviews/item/15 dan sinopsisnya sebagai berikut :

novel Bumi Cinta justru ber-setting di sebuah negara penganut seks bebas dan pengakses situs pornografi terbesar, yaitu Rusia.

Demi kepentingan sebuah penelitian, seorang santri salaf bernama Muhammad Ayyas harus tinggal di Rusia untuk beberapa lama. Bisa dibayangkan betapa Ayyas sungguh tersiksa karena harus menyesuaikan gaya hidup bebas selama di Rusia dan bertemu dengan orang-orang strange yang membuatnya tidak nyaman.

Devid, teman semasa kecilnya, yang hidup bersama dengan seorang wanita tanpa ikatan pernikahan.

Yelena, wanita cantik asli Rusia yang tak lagi percaya adanya Tuhan.

Linor, perempuan sadis beragama Yahudi yang begitu membenci Ayyas karena beragama Islam.

Atau, Dr. Anastasia Palazzo, dosen cantik yang jelas- jelas naksir Ayyas.

Ayyas begitu kelimpungan dengan kehidupannya di Rusia yang berbeda drastis dengan kehidupannya semasa kuliah di Madinah. Belum lagi, ia harus berbagi apartemen dengan 2 perempuan molek, Yelena dan Linor, dimana keduanya bukanlah perempuan baik-baik.

Saat itulah tingkat keimanan seorang Muhammad Ayyas sungguh- sungguh di uji oleh Alloh SWT. Tinggal di Rusia dengan segala macam model kehidupan yang bertentangan dengan iman dan hati nuraninya merupakan ujian yang amat berat baginya. Namun, kekuatan iman dan takwal-ah yang pada akhirnya memberikan angin segar bagi Ayyas.

Lebih dari sekedar seorang visiting fellow yang sedang melakukan penelitian, kehadiran Ayyas pada akhirnya membawa berkah. Orang-orang yang dulu membenci dirinya dan Islam, akhirnya tersadar bahwa Islam bukanlah agama kekerasan yang identik dengan terorisme. Melalui Ayyas, orang-orang itu tersadar bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang cinta damai. :)

Dengan alur cerita yang tertata rapi gaya filmis namun tetap mengalir, Kang Abik benar-benar mampu memaparkan arti beberapa ayat-ayat Al-Qur'an dengan bahasa yang jelas, mudah dipahami dan tidak menggurui. Penokohan Ayyas-pun juga pas, meski terkadang rasa ke-Islamannya ditunjukkan secara agak berlebihan.

Melalui novel ini, katanya berasa travelling ke Rusia lho! Kang Abik nggak hanya fokus pada cerita tentang agama Islam saja. Ia juga menggali secara detail soal bahasa Rusia dasar seperti Kak Dela (Apakabar), Spasiba Balshoi (Terimakasih), Spokoinoi Nochi (Selamat Malam), dan masih banyak lagi. Kang Abik juga mengeksplor kuliner Rusia. Soal kentang yang menjadi makanan wajib orang Rusia, sama halnya dengan orang Indonesia yang menjadikan nasi sebagai makanan utama, serta sup ukha, sup favorit semua orang Rusia.

Novel ini juga kaya akan pengetahuan. Tokoh Muhammad Ayyas digambarkan sebagai santri cerdas, yang mempu memberikan penjelasan tentang Al-Qur'an secara ilmiah. Dalam penjelasannya, Ayyas juga menyebutkan beberapa ilmuwan penting yang mengakui kebenaran isi Al-qur'an sebagai sumber dari segala sumber iptek. Saya jadi tahu siapa saja ilmuwan yang tadinya menghujat Al-Qur'an dan Islam, pada akhirnya malah percaya bahwa Al-Qur'an benar- benar sebuah kitab suci yang amazing.

Saya jadi tahu siapakah Maurice Bucaille, ilmuwan Perancis yang tadinya atheis, malah percaya 100% pada Al-Qur'an karena telah terbukti secara ilmiah dapat menjelaskan tentang mumi Fir'aun yang saat itu sedang ditelitinya. Ia kemudian menulis sebuah buku berjudul 'La Bible Le Coran etla science' (The Bible, The Quran and the science). Setelah saya googling, buku itu telah diterjemahkan ke semua bahasa didunia.

Dr. Gary Miller, seorang ilmuwan yang menyadari kedahsyatan Al-Qur'an karena telah menjelaskan terlebih dahulu soal teori terbentuknya bumi, jauh sebelum penelitian para ilmuwan hebat. Ia akhirnya juga menerbitkan buku berjudul 'The Amazing Qur'an'.

Atau Dr. Keith L. Moore, seorang ilmuwan yang akhirnya mengimani Al-Qur'an karena telah menjelaskan secara detail terbentuknya embrio manusia dalam rahim, seperti yang tertuang dalam surat Al-Mu'minun ayat 13-14.

Agama, pengetahuan, cinta, travelling... semuanya terangkum lengkap dalam buku setebal 546 halaman ini.





Komentar

Nama :
email :
Smiles
Gravatar

ahdoy

26-07-2010, 13:41:40

Saya juga dah baca buku ini, pemberian dari kawan saya. Dan kesimpulan yang saya ambil setelah membacanya, buku ini mencerminkan kalau penulisnya bisa dibilang tidak suka Rusia. Dia ingin mengagung-agungkan islam tapi dengan cara menginjak-injak yang lain. Saya juga muslim, tapi saya tak suka ke-muslim-an saya itu dibangga-banggakan, dan menyebut diri saya lebih hebat dari orang ateis. Rusia bukan lagi Uni Soviet. Rusia bukan komunis. Rusia memang bebas, seperti halnya negara Eropa yang lain, tapi kenapa mesti Rusia yang kena imbasnya? Di buku ini, jelas-jelas menggambarkan kalau orang ateis itu bodoh, tidak kenal Tuhan, dan setiap Yahudi itu jahat, dan membenci muslim. Pengalaman saya membuktikan hal lain. Saya punya banyak kawan dari Rusia, baik mereka itu Ateis, Ortodoks, Muslim, bahkan Yahudi sekalipun. Saya sempat mengungkit masalah agama, dan mereka tidak pernah mempermasalahkan perbedaan tersebut. Buku ini dibilang menambah wawasan, ya saya jadi tahu kalau penulis buku ini anti-komunis, dan ingin memberi gambaran, semua gambaran buruk Rusia kepada pembacanya. jikalau bicara hal buruk, bukankah di negeri kita juga masih banyak celanya? Buku ini jelas-jelas tidak netral, dan semakin banyak orang yang membacanya, semakin banyak pula orang yang jadi berpikiran kalau Rusia itu menakutkan, tidak aman, bahkan menjijikan. Meski tidak semua pembaca begitu. Saya tidak menemukan tokoh yang menjadi tokoh kesukaan saya di buku ini, bahkan Ayyas sekalipun. Mungkin kebanyakan orang menganggap dia pintar, hebat, dan bahkan mengidolakannya, tapi tidak bagi saya. Ayyas berpikir kalau orang Ateis itu berpikiran sempit, tapi saya kira Ayyas pun begitu. saran saya, untuk tahu apa itu Rusia, selain baca buku ini, coba baca buku lain yang bersumber dari penulis netral, di mana dia bisa katakan Rusia seadanya, berdasarkan pengalamannya. Banyak baca, banyak tahu. Demikian opini dari saya, pendapat boleh beda, karena setiap kepala berisikan hal-hal yang berbeda pula smile Thanks to lisul yang dah ngasi buku ini, saya jadi tahu jalan cerita dari buku sensitif bagi saya ini wink