Alangkah Lucunya (Negeri ini)

  komentar


Tepatnya pada hari sabtu pagi-pagi seperti biasa menonton berita, ternyata membahas salah satu film yang disutradarai oleh Deddy Mizwar dan ditulis oleh Musfar Yasin (Get merit, Kiamat sudah dekat, Ketika, Nagabonar jadi 2). Kayanya ceritanya menarik, banyak menyentil kondisi bangsa ini dengan film dan humor. Film ini banyak diperankan oleh aktor-aktor senior dan juga pedatang baru tak lupa anak-anak jalanan aslipun ikut main film dalam Film Alangkah Lucunya (negeri ini). Sampai ada salah satu anak jalanan yang dijadikan salah satu tokoh utama yang kemudian tinggal bersama Tio Pakusadewo (dalam dunia nyata). 

Sinopsis film dimulai dari Pak makbul – ayah muluk, selalu membanggakan anaknya dan meyakinkan pentingnya pendidikan kepada kawan akrabnya sejak dari pesantren bernama haji sarbini, yang selalu merasa pendidikan tak terlalu penting…dalam keseharian mereka topik ini selalu menjadi “menu” utama…

Saat mencopet seorang lelaki tua. Serta merta ada polisi. Pertemuan dengan pencopet – bernama komet, tak disangka membuka peluang kerja bagi muluk. Komet membawa muluk ke markasnya, lalu memperkenalkannya  kepada  sang boss - bernama jarot. Muluk kaget ketika tahu  ternyata di markas itu  berkumpul anak-anak seusia komet, yang kerjanya hanya mencopet.

Jarot- sang boss, dengan penuh curiga mengintrogasi muluk dan akhirnya menganggap muluk cukup bisa dipercaya, hingga  jarot menerangkan bahwa dia membagi anak asuhnya dalam tiga kelompok copet : copet mall, copet pasar, dan copet angkot.

Akal muluk berputar dan ia melihat adanya peluang, kemudian ditawarkannya kerjasama kepada jarot. Ia memberi keyakinan kepada para pencopet bahwa sebagai sarjana manajemen ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil nyopet anak-anak itu,termasuk biaya mendidik mereka.

Hari berlalu, muluk mulai mengelola “usaha” barunya… pak makbul-ayah muluk, senang melihat anaknya sudah bekerja. Apalagi, seperti pengakuan muluk, ia bekerja di bagian sdm (sumber daya manusia). Pak makbul segera  memberitahu haji sarbini, ayah rahma, calon besannya.

“usaha” yang di kelola  muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para  pencopet agar mereka merubah profesinya. Namun persoalannya tak sesederhana seperti yang ia pikirkan…para pencopet menolak gagasan muluk untuk “memanusiakan” lewat program pendidikan rancangannya…,lagi-lagi muluk berhasil meyakinkan jarot-sang boss,  program pendidikan untuk para pencopet mulai berlangsung….

Muluk kemudian meminta bantuan  dua rekannya, samsul - sarjana pendidikan, yang kerjanya cuma main gaple di pos ronda dan pipit - juga sarjana/d3, yang kerjanya cuma  mengadu keberuntungan  dengan mengikuti program kuis di tv.  Setelah melewati perdebatan panjang mereka sepakat membantu muluk. Mereka berbagi tugas mengajar, mulai dari pelajaran membaca, menulis hingga pelajaran agama, budi pekerti, dan kewarganegaraan.

Berhasilkah muluk, samsul dan pipit menidik para pencopet ?

Apa yang akan terjadi bila  pak makbul, haji sarbini, dan haji rahmat,  ketika tahu bahwa anak-anaknya mendapat gaji dari hasil mencopet ??

 

Cast :

Reza rahadian As muluk.

Deddy mizwar As pak makbul.

Slamet rahardjo As haji rachmat.

Ratu tika bravani As pipit.

Jaja mihardja As haji sarbini.

Sonia As rahma.

Asrul dahlan As samsul.

Tio pakusadewo As jarot.

Edwin As jupri.

Boy As glen.

Angga As komet.

Sakurta ginting As ribut.

 

 

 

 

 

 

Video Trailer :

 

sumber :  alangkahlucunyafilm.com ,negerilucu.posterous.com





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer