Bandung - Off-road van Java 2

  komentar


Kelengkapan berkendaraan sangat perlu seperti Helm yang aman sesuai standar keselamatan, berkendaraan secara hati-hati dan juga sarana jalan yang baik. Oklah kita sudah melengkapi standar-standar keamanan seperti helm dll. Tapi kalau jalan tidak mendukung bisa saja ada pengemudi lain yang kecelakaan lalu mengenaik kita pengendara lain. Berarti kondisi jalan sangatlah penting untuk menjadi perhatian Pemerintah bukan hanya di daerah Bandung tetapi diseluruh daerah.

Permasalahan jalan rusak di Bandung cukup mengusik pengguna jalan. Bikers menyentil istilah Parijs Van Java yang menerap di Kota Bandung jika kondisi jalan mengkhawatirkan seperti ini. (sumber detik.com)

"Parijs Van Java timana horeng (darimana-red)? kalau kondisi jalan berlubang dan becek," kata ketua Forum Club Motor Bandung (FCMB) Wawan Gunawan saat audiensi dengan Dinas Binamarga dan Pengairan Kota Bandung, Jalan Cianjur, Senin (12/4/2010).

Pihaknya akan mengawasi tuntutan perbaikan infrastruktur jalan raya yang disampaikan ke dinas terkait. "Akan kami pantau terus perbaikan jalan. Kalau dua minggu tidak ada tanggapan akan kami lakukan aksi yang lebih besar lagi," ancam Wawan.

"Bagaimana bentuk pertanggungjawabannya," kata Bambang Ferdy (29), warga Cihampelas, seraya menunjukan luka di atas bibir dan pinggang belakang.

Masyarakat lainnya yang turut hadir, Ade, mengeluhkan kondisi jalan yang tidak laik bagi masyarakat. "Jangan jalan dekat rumah pejabat saja yang bagus, jalan yang sering digunakan masyarakat juga harus bagus," keluh Ade.

"Pemerintah kota yang sudah dua kali masa jabatan seharusnya lebih cermat lagi, jangan hanya tambal sulam," imbuhnya.

Ada artikel yang memberitakan "Jalan Berlubang di Bandung Makan Korban Sampai Meninggal Dunia". Nani Rohmati (28) meninggal dunia, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan akibat terperosok pada lubang jalan.

Dituturkan Odah (ibunya Korban), Jumat (26/3/2010) lalu, anaknya itu seperti biasa berangkat kerja sekitar pukul 07.00 WIB. "Berangkatnya dengan pacarnya yang juga satu tempat kerja, memang biasa setiap hari begitu," ujar Odah kepada detikbandung saat ditemui di kediamannya, Senin (12/4/2010).

Lokasi tempat kerja Nani (pabrik-red) berada di Jalan Buah Batu. Namun tak lama kemudian, sekitar pukul 07.30 WIB, Nani dan kekasihnya itu kembali pulang.

Sampai di rumah, kekasih Nani yang bernama Giri bercerita bahwa mereka mengalami kecelakaan akibat lubang besar di jalan. "Katanya ada lubang besar di jalan lalu motornya enggak bisa terkendali," paparnya.

Lebih lanjut Giri menjelaskan pada Odah, Nani sempat diberi teh manis, kemudian muntah dan pingsan. "Dengar seperti itu, kami lalu bawa ke RS Imanuel. Jadi di rumah hanya ganti baju saja," imbuhnya.

Ditubuh Nani hanya terlihat luka lecet di bagian kaki kanan. Begitu juga dengan Giri. Sampai di RS, mereka Nani pun diminta untuk dirawat dan dilakukan scan. Hasil scan menunjukkan ada gumpalan darah di bagian kepala. Nani pun baru sadar pada hari ke-3 dirawat di rumah sakit.

"Pas sadar bilangnya sakit, pusing," jelas Odah. Hingga kemudian Nani drop hingga dibawa ke bagian ICU sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (31/3/2010). Nani pun kembali di scan pada sore harinya. "Hasil scan makin parah, harus dioperasi," ujarnya sambil menambahkan kepala Nani terlihat lebam dan membengkak.

Karena melihat kondisi Nani yang semakin parah, keluarga pun memutuskan untuk membawa Nani pulang. "Hari selasa malam sebelum ke ICU, Nani sempat sadar dan bilang ingin pulang," ungkap Odah.

Kamis, (1/4/2010) Nani pun dibawa pulang sekitar pukul 14.30 WIB, setengah jam kemudian Nani pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya. "Nani meninggal sekitar pukul 3 sore," ujarnya. Nani pun dimakamkan keesokkan harinya, Jumat (2/4/2010).

Atas kejadian ini, Odah pun mengaku sangat kehilangan. Namun ia tak mau menyalahkan jalan rusak atas kematian anaknya itu. "Saya pasrah, memang takdirnya anak saya meninggal seperti itu," ujarnya sambil terisak.

Dituturkan Odah, selama ini Nani adalah tulang punggung keluarga. Adiknya saat ini tengah menempuh studi di UPI semester 6. "Nani itu tulang punggung keluarga kami," sebutnya. Odah sehari-hari bekerja mengasuh anak. Nani bekerja di pabrik sudah setahun lebih. Sebelumnya Nani sempat berpindah-pindah kerja.

 

sumber detik.com





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer