Tahu gak sih, gimana awalnya proses kita lahir ke dunia yang terang benderang ini dan dengan segala isi yang ada di dalamnya. Ya, kagak salah lagi kalau kita lahir lewat perjuangan yang luar biasa kalau semuanya pada tahu. Perjuangan mengalahkan miliaran sel sperma yang lainnya dan kemudian akhirnya satu sel sperma yang merupakan cikal bakal kita nanti lah yang melakukan permbuahan terhadap ovum. Dalam sembilan bulan lebih kurang kita berada di dalam perut sang ibu, di bawa ke mana-mana dan kadang-kadang dari orang tua kita juga merasa kelelahan dalam membawa kita, tapi mereka tetap semangat menanti kelahiran kita. After sembilan bulan, lahirlah kita semua sang pemenang.
Berawal dari kisah singkat nan pendek di atas lah, perlu disadari bahwa manusia pada dasarnya dilahirkan menjadi pemenang dan dalam keadaan suci. Sikap yang kita tunjukkan harusnya menjadi seorang pemenang, bukan nya merendah-rendahkan diri dan tidak percaya diri. Tapi jangan lupa jangan terlalu kepedean ntar bisa-bisa overconfidence dan yang ada tinggi diri dan akhirnya kesombongan, kalau udah sombong maka alamat bisa jadi manusia takabur. Nah untuk itu kemudian kita harus bersikap optimis dan percaya diri yang terkontrol dan tetap rendah hati, karena kelebihan yang kita miliki ini kan juga merupakan anugerah dari Allah SWT.
Sikap yang kemudian yang harus dibangun dalam diri kita adalah pribadi positive. Melihat kenyataan bahwa kita adalah pemenang, sikap diri yang harus dibangun adalah menaruh mind set positive thinking ke dalam pikiran kita. Sebagai contoh nih, ketika kamu dikasih satu kerjaan yang kamu belum pernah kerjain dan itu butuh ilmu baru, maka kamu jangan langsung menolaknya, yang harus kamu lakuin adalah mengatakan bahwa kamu bakal coba dulu dan setelah dicoba hasilnya gimana-gimana serahin lagi aja ke yang ngasih kerjaan. Sikap seperti tadi itu disebut pribadi positive.
Melihat diri di dalam cermin itu paling penting. Jika kita memiliki pribadi positive namun kita juga tidak kenal dengan siapa sebenarnya yang ada di kaca sana yang kita lihat di kaca yaitu diri kita sendiri, maka hal ini juga menjadi sia-sia. Kenapa bisa sia-sia? Karena di dalam hidup ini juga kita harus tahu nih arahan hidup kita mau ke mana, di dalam hidup ini kita juga harus tahu target apa aja yang ingin kita capai, dan pengen jadi apa kita ke depan-depannya. Coba deh kamu berdiri di kaca, dan tatap diri kamu sekarang, udah sejauh apa kamu mengenal diri kamu. Pandangi diri kamu yang ada di kaca, jika kamu belum mampu menatap kaca itu dan belum kebayang kamu punya targetan apa ke depan, maka kamu harus berbalik badan dan ambil buku dan tuliskan semua targetan yang ingin kamu capai dalam beberapa tahun ke depan.
kalau semua targetan udah ditulis di dalam itu buku, sekarang coba deh tempel tuh catatan targetan di kaca yang ada di kamar mu atau ke tempat yang sering kamu lihat, biar targetan itu bisa jadi cambuk dan pengingat buat kamu menggapai segala target itu. Nah sekarang lihatlah diri kamu di kaca maka kamu akan menemukan sebuah harimau yang sedang berkaca, ya itulah kamu dengan semangat baru dan lebih positive ke depannya. Dengan targetan yang udah jelas dan kebayang dan juga dengan semangat yang positive maka jadilah kamu pribadi yang percaya diri dan penuh semangat setiap hari.


