Bocah Perokok Sembuh

  komentar


Masih inget tentang bocah bernama Sandi yang jago merokok dan suka mengumpat. Sekarang Sandipun sudah meninggalkan kebiasaan buruknya. Sangat disyukuri bahwa bocah tersebut berhasil di kembalikan ke kondisi yang baik, meskipun belum 100% kelakuannya dikembalikan seperti layaknya seorang anak kecil yang berusia seumurannya. Mungkin masih memerlukan waktu, bimbingan orang tua dan lingkungan yang benar dan diperlakukannya layaknya sebagai anak kecil begitu juga permainannya bersama teman-teman sebayanya.

Dari sumber kompas.com Sandi masih harus melakukan beberapa rehabilitasi untuk memeriksa kesehatannya, dan memulihkan prilaku buruknya dan ketergantungan terhadap rokok.

Proses rehabilitasi bagi Sandi untuk mengatasi kebiasan merokok dan berkata rusuh sejauh ini boleh dibilang berhasil. Bocah yang besar di lingkungan Jalan Nusakambangan, Kecamatan Sukun, ini sudah tidak lagi merokok atau berkata cabul.

Tedja mengatakan, sejak dirawat 12 April, Sandi sudah tidak lagi merokok dan ini dibenarkan Moejiati. “Sampun mboten ngeses (sudah tidak merokok). Misuh-misuh juga tidak,” kata Moejiati.

Moejiati mengatakan, kondisi anaknya yang masih berusia empat tahun itu sudah lebih baik.

”Anaknya hanya sedikit rewel kalau sore hari. Selalu ngajak pulang karena kondisi di sini sepi, perawat-perawat yang kerap ngajak ngobrol atau bermain pun juga jarang ada kalau malam hari,” kata Moejiati yang berharap Sandi bisa segera pulang.

Sejak 13 April lalu, dia menjalani rehabilitasi dari kecanduan nikotin dan penyembuhan kebiasaan berkata kotornya di Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang. Menurut dr Mardhani Yoso Prawoto SpA (K) dari tim yang menangani Sandi, arek cilik itu sekarang sudah total berhenti merokok dan mengumpat.

"Seusai keluar dari rumah sakit, Sandi harus mendapatkan lingkungan baru yang baik sehingga tidak ada lagi gangguan dari orang-orang dewasa yang menawarinya rokok atau mengajarinya berkata jorok," kata dr Mardhani.

Sembuh Total

Menurut dr Mardhani, Sandi akan ditempatkan di lingkungan baru di kawasan Sawojajar, Kota Malang. Sementara orangtua Sandi, Mulud Riadi (50) dan Moedijati (45), mengaku senang atas kesembuhan anaknya.

"Kalau pagi sampai sore memang tidak apa-apa. Namun, kalau malam sering kangen rumah, selalu minta pulang. Alhamdulillah, Sandi dinyatakan sehat dan boleh pulang," kata Moedijati.

Kemarin sore, Sandi juga dikunjungi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar. Sandi pun diberi banyak bingkisan, mulai dari buku, permainan edukatif, sarung, dan beberapa makanan serta susu.

Linda berharap pemerintah daerah bisa memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak dan perempuan di bawah umur. Khusus untuk kasus Sandi, istri Agum Gumelar ini merasa senang dan berterima kasih kepada seluruh pihak terkait yang serius membantu Sandi.

foto sebelum dan foto saat ini yang terlihat sangat beda [kompas.com]

Cukur Rambut Biar Ganteng

Ia terlihat senang saja bercanda dengan beberapa wartawan yang kerap meliputnya. Anak balita berpipi montok ini bahkan sempat bermain dengan kamera wartawan TV. Tidak hanya itu, Sandi dengan semangat minta diantar ke tukang potong rambut di belakang rumah sakit.

"Cukur rambut, rek! Cik ganteng pas mulih (Potong rambut dulu! Biar ganteng waktu pulang)," katanya, berlagak layaknya lelaki dewasa. Hanya gaya bicaranya itu yang masih tersisa, sebagaimana dulu ketika Sandi masih kecanduan nikotin, kafein, dan misuh-misuh.

Sebelumnya, keluarga Sandi bingung menentukan rumah baru agar lingkungan pergaulan Sandi betul-betul kondusif, tidak sebagaimana lingkungan di rumah lamanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Malang Wahyu Santoso menyatakan siap menerima Sandi apabila orangtuanya merelakan. "Kami siap mengirim Sandi ke panti asuhan milik pemerintah di Kota Batu atau Sidoarjo. Namun, kalau orangtuanya keberatan, ya tentu kami tidak bisa memaksa," ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu, hingga saat ini di Kota Malang belum ada panti asuhan milik pemerintah. Pemerintah daerah di Jatim hanya punya Panti Asuhan Petirahan Bima Sakti di Kota Batu dan satu lagi di Sidoarjo.

Wahyu menyebutkan, Sandi bisa saja dimasukkan ke panti asuhan swasta di Kota Malang, tetapi tetap perlu kerelaan orangtuanya. "Kalau ditampung di panti asuhan milik pemerintah, jelas semua kebutuhan hidupnya yang memenuhi pemerintah," ungkap Wahyu.

 

sumber : kompas.com





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer