Cara Membuat PESTISIDA dari DAPUR

  komentar


Beberapa bahan yang berasal dari dapur dapat digunakan untuk pestisida dan cara membuatnya:

1. Bawang putih
Haluskan 1 siung bawang putih, campur dengan 2 gelas air, diamkan atau fermentasikan semalam dalam wadah tertutup.
Keesokan harinya larutan ini saring dan bisa kita gunakan layaknya pestisida yang kita gunakan untuk mengendalikan ulat dan bercak putih pada daun.

2. Daun kemangi
Daun kemangi segar atau kering rebus, kemudian saring. Air saringan ini kita gunakan untuk pestisida untuk berbagai serangga.

3. Cabai merah
Keringkan cabai merah, giling hingga berbentuk tepung. Tepung cabai merah ini kita campur dengan air dan bisa kita gunakan untuk mengatasi berbagai serangga.

4. Tembakau atau puntung rokok
Tembakau atau puntung rokok memang bukan bahan yang ada di dapur, namun mudah bukan mendapatkannya!

Siapkan 1 genggam tembakau atau puntung rokok, masukkan dalam satu gelas air mendidih, kita biarkan atau difermentasikan semalam kemudian saring. Air saringan ini bisa kita gunakan untuk mengusir semut merah dan busuk batang.

5. Srikaya
Biji srikaya tumbuk hingga menjadi tepung. Tepung biji srikaya ini, campur dengan air secukupnya dan bisa digunakan untuk mengatasi aphid, semut dan serangga lain.

6. Daun mint
Campur daun mint dengan cabai, daun bawang dan tembakau. Giling dan ambil sarinya. Sari ini kita encerkan dengan menggunakan air secukupnya dan bisa kita gunakan untuk mengatasi berbagai serangga.

7. Kucai
Kucai diseduh dengan air panas, dinginkan dan saring dan  kita gunakan untuk mencegah embun bulu pada daun ketimun.

8. Kunir
Akar kunir ditumbuk, campur dengan air kencing sapi dengan perbandingan 1 : 2, bisa untuk mengatasi berbagai jenis serangga.

9. Keniker
Daun keniker 2 genggam, 3 bawang putih, 2 cabai rawit, 2-3 bawang bombay. Tambahkan air dan masak, dan dinginkan. Air saringan ini kita encerkan dengan 4-5 bagian air dan bisa kita gunakan untuk mengatasi berbagai serangga.

Bahan-bahan di atas sungguh mudah dalam mendapatkan dan membuat pestisidanya pun tak sulit bukan! Dengan menggunakan bahan-bahan seperti di atas, bisa dipastikan populasi serangga pengganggu akan berada dalam jumlah yang tidak mengkhawatirkan baik untuk tanaman budidaya maupun pemiliknya.

Keberadaan ulat bulu akhir-akhir ini, selain karena cuaca yang tak menentu juga keberadaan musuh alami yang semakin berkurang akibat penggunaan pestisida yang intensif.  Kalau alam sudah tak bersahabat, manusia juga yang akan menanggungnya!

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari wabah ulat bulu bukan! Jika kita menginginkan alam ramah terhadap kita, tak ada tawar menawar lagi bukan bagi kita untuk ramah juga terhadap alam! Setidaknya, dengan menggunakan bahan di atas, kita sudah berusaha ramah terhadap alam tentunya!!!

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/1957108-cara-praktis-membuat-pestisida-dari/, http://id.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/21023-tanaman-pengganti-pestisida-ii/, http://id.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/2102195-tanaman-pengganti-pestisida/

Sumber gambar: sandi-info.co.cc





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer