Undercover Report From Foxconn Factory
komentar
Kali ini saya menulis tentang cerita dibalik salah satu perusahaan elektronik besar di China, FOXCONN tulisan ini saya ambil dari Gizmodo.com. Perusahaan besar yang mempekerjakan 400.000 karyawan, produksinya mulai dari motherboard sampe sebagai salah satu kontraktor vendor-vendor ternama seperti Apple (foxconn merakit Mac Mini, iPods, iPhone dan iPad), Intel, Dell, HP dan banyak perusahaan elektronik raksasa yang menggunakan jasa dari FOXCONN.
Chinese newspaper (Southern Weekly) mengirim reporternya Liu Zhi Yi (21) untuk mencari informasi tentang Pabrik FOXCON di Shenzhen China, selama 28 hari ia melihat aktivitas didalam pabrik tersebut., ia menyamar sebagai pekerja dan melihat langsung kejadian didalam pabrik. Dan secara bersamaan mengirimkan Reporter Senior untuk mewawancarai para eksekurif Foxconn. Dengan misi untuk mengetahi apa yang sebenarnya terjadi di pabrik itu dan menemukan alasan uang benar di balik kejadian bunuh diri di Pabrik tersebut.
Tidak ada keraguan akan kasus bunuh diri di Foxconn yang dikatenakan oleh tikat kestresan dalam pekerjaan, yang dalam setengah tahun telah ada sembilan upaya percobaan bunuh diri di Foxconn dengan 7 kematian dikonfirmasi berada di Pabrik Foxconn Shenzhen. Pada bulan-bulan terakhir jumlah tersebut tiba-tiba meningkat menjadi 30 usaha percobaan bunuh diri, sehingga mendorong perusahaan untuk mendatangkan konselor dan biarawan Buddha untuk membebaskan jiwa-jiwa korban bunuh diri.

Baru-baru ini terjadi peristiwa bunuh diri
Selama 28 hari penyelidikan, Liu Zhi Yi terkejut menemukan bagaimana para pekerja pabrik tinggal, lalu mereka bekerja sepanjang hari dan istirahat untuk makan dengan cepat atau tidur. Mereka terus mengulangi aktivitasnya yang sama lagi dan lagi kecuali pada hari libur. Liu menduga bahwa banyak pekerja, yang berpikir jalan keluar untuk mengakhiri siklus ini adalah dengan cara mengakhiri hidup mereka.
Liu adalah seorang mahasiswa pascasarjana yang dipilih karena usianya yang masih muda dan karena pabrik hanya mempekerjakan pekerja di usia dua puluhan. Dia hanya menandatangani dokumen khusus, sebuah perjanjian kerja lembur, dimana dikatakan bahwa perusahaan tidak bertanggung jawab selama mereka bekerja. Dan para pekerja pabrik Foxconn hanya dapat tersenyum setiap tanggal 10 tiap bulan, dimana hari itu mereka mendapatkan gaji, pada hari itu mesin-mesin ATM didalam pabrik penuh oleh pekerja yang mengambil gaji bulanan mulai dari 900 yuan atau sekitar 1.3 juta rupiah. Dan satu hal lagi mereka hanya dapat menikmati iPhone tiruan meskipun mereka yang merakit iPhone tersebut.
Strees Room at Foxconn
Faktor lainnya kurangnya komunikasi atau hubungan antar pekerja, bahkan banyak pekerja yang tidak tahu nama-nama orang yang bekerja di samping mereka. Bahkan menurut Shouthern Weekly, para pekerja sulit untuk berhubungan satu sama lain dikarenakan mereka terlalu sibuk dengan rutinitas pekerjaan, tidak memiliki topik yan gmenari untuk diobrolkan karena yang mereka tahu adalah bekerja. Mungkin dengan disewanya 100 konselor akan membantu tetapi yang paling penting adalah Foxconn benar-benar harus lebih manusiawi dan prihatin dengan kesehatan mental dan fisik para pekerja mereka.
Chris Chang originally posted about Liu Zhi Yi's Southern Weekly reports on M.I.C. Gadget, a site featuring life, gadgets, and subculture in China.
sumber : gizmodo.com
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer



