CMS (Content Management System) - Cara instan untuk membuat website

  komentar


Bagi sebagian orang memiliki website pribadi untuk tempat berbagi didunia maya merupakan suatu hal yang mengasikkan. Sealin itu, dengan mempunyai website pribadi di internet, dapat juga menaikkan image dan brand sebuah merk atau perusahaan tertentu. Tapi dari sekian banyak hasrat untuk memiliki website tersebut, beberapa dari kita akan terkendala oleh masalah klasik yang disebut dengan masalah teknis, bagaimana sih cara untuk membuat website tersebut ?. Karena tidak dapat dipungkiri juga, tidak semua orang tertarik dengan dunia IT dan tidak terlepas kemungkinan juga, tidak semua orang IT mengerti bagaimana untuk membangun sebuah website dari awal sampai beredar di internet.

Content management system atau yang biasa disingkat dengan CMS dapat dijadikan solusi dari permasalahan tersebut. CMS dapat digunakan untuk membangun sebuah website, mulai dari website sederhana hingga yang ukuran rumit hingga profesional sekalipun, tanpa si pengguna harus dipusingkan dengan urusan coding. Di dunia ini ada cms yang berbayar dan ada juga cms yang bersifat open source yang artinya bebas melihat, menggunakan, memodifikasi dsb namun masih mencantumkan sumber asli cms tersebut, dan perlu diingat lagi bahwa open source TIDAKLAH SELALU GRATIS, kalau masih ada orang yang bilang open source itu gratis, akan sangat keterlaluan.

Di bawah ini ada nama-nama cms terkenal di dunia yang bersifat open source, yaitu Blogspot, WordPress, Drupal,Mambo dan satu lagi Joomla. Bagi sebagian orang yang terjun dalam dunia web design atau dunia blogger terkadang sulit menentukan mau menggunakan cms yang mana, apa kelebihan dan kekurangannya dsb. Nah diartikel ini kami berikan sedikit beberapa perbandingan-perbandingan antar 5 cms besar di dunia, semoga membantu.

1. Blogspot

Keunggulan :
- Sangat mudah dioperasikan, hanya perlu mendaftar di situsnya Blogspot.com.
- Pluggin alias aksesoris tambahan sudah disediakan (built up).
- Cocok untuk para pemula.
- Sederhana.
- Mendukung bahasa Indonesia.
- Penggunanya kompak
- Mendukung SEF (search engine friendly) secara default, sehingga lebih mudah ditemukan di search engine.

Kekurangan :
- Terlalu sederhana bagi sebagian orang dan sulit untuk berkreasi.
- Pluggin alias aksesoris tambahan bersifat built up, sehingga tidak bisa ditambahkan sendiri oleh user.
- Templatenya terbatas dan sulit berkreasi dengan template baru.
- Tidak dapat dijalankan di website milik kita sendiri.
- Tidak dapat dijalankan di komputer lokal (localhost) atau di komputer tanpa sambungan internet.

2. WordPress

Keunggulan :
- Cukup mudah dioperasikan.
- Sederhana.
- Akun gratis wordpress dapat dimiliki dengan mendaftar di WordPress.com.
- WordPress juga dapat dijalankan di website milik kita sendiri (tidak seperti Blogspot yang belum bisa).
- WordPress dapat dijalankan di komputer lokal (localhost) atau di komputer tanpa sambungan internet.
- Banyak pluggin tambahan.
- Template dapat dirubah-rubah sekehendak hati dan dapat membuat template sendiri.
- Penggunanya kompak
- Mendukung SEF (search engine friendly) secara default, sehingga lebih mudah ditemukan di search engine.

Kelemahan :
- Fitur managementnya sedikit sehingga sebagian orang menganggap terlalu sederhana.
- Jarang digunakan oleh website-website besar di dunia.
- Plugginnya tidak sebanyak Joomla, dan terkadang masih lebih bagus pluggin Joomla.

3. Drupal

Keunggulan :
- Diklaim sebagai cms terbaik saat ini dan mengalahkan Joomla.
- Digunakan oleh website yang sederhana hingga website profesional.
- Mudah dioperasikan
- Dapat dijalankan di komputer lokal.
- Banyak pluggin tambahan.
- Template dapat dirubah-rubah sekehendak hati dan dapat membuat template sendiri.
- Mendukung SEF (search engine friendly) secara default, sehingga lebih mudah ditemukan di search engine.

Kelemahan :
- Penggunanya tidak terlalu banyak, terutama di Indonesia.
- Plugginnya tidak sebanyak Joomla.

4. Mambo

Keunggulan :
- Digunakan oleh website yang sederhana hingga website profesional.
- Mudah dioperasikan.
- Dapat dijalankan di komputer lokal.
- Pluggin tambahan.
- Template dapat dirubah-rubah sekehendak hati dan dapat membuat template sendiri.

Kelemahan :
- Banyak pengguna Mambo yang meninggalkan Mambo dan beralih ke “saudara” nya yaitu Joomla (termasuk saya).
- Krisis kepercayaan dunia open source.
- Plugginnya terbatas, terkadang hanya disediakan untuk Joomla saja.
- Defaultnya tidak mendukung SEF, namun ada component pendukungnya baik yang gratis maupun yang bayar, selain itu perlu sedikit optimasi agar mendukung SEF.

5. Joomla

Keunggulan :
- Diklaim sebagai cms open source dengan pengguna terbanyak di dunia.
- Digunakan oleh website yang sederhana hingga website profesional.
- Sering update baik dari sisi cms maupun dari pluggin.
- Mendapat kepercayaan dunia dan beberapa kali menerima penghargaan menjadi cms open source terbaik dunia.
- Mudah dioperasikan.
- Dapat dijalankan di komputer lokal.
- Banyak pluggin tambahan.
- Template dapat dirubah-rubah sekehendak hati dan dapat membuat template sendiri.
- Banyak pihak pengembang yang terus menambahkan content-content Joomla.

Kelemahan :
- Defaultnya tidak mendukung SEF, namun ada component pendukungnya baik yang gratis maupun yang bayar, selai itu perlu sedikit optimasi agar mendukung SEF.
- Terkadang pluggin-pluggin yang didapatkan terdapat bug atau error.
- Terkadang ada ketidaksesuaian antara cms dan pluggin.

Jadi pilih yang mana ? Itu semua tergantung kebutuhan dan selera pribadi masing - masing. saya disini tidak berhak untuk mengklaim dan mendoktrin anda untuk menggunakan suatu produk tertentu. Akhir kata dari saya, Selamat Mencoba !





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer