Diaspora Kebalikannya dari Facebook

  komentar


Setelah dihajar dengan ribu-ribut masalah privasi data para anggotanya dan akhirnya pihak facebook akan menanggapi keluhan-keluhan tentang privasi data para anggotanya, ternyata ancaman tidak hanya sampai situ saja. Munculnya project Diaspora yang bisa dikantakan open facebook dimana terjadi sebaliknya, di diaspora semua data ada di user dan diaspora cuman sebagai sarana saja.

Daniel Grippi, Maxwell Salzberg, Ilya Zhitomirskiy dan Raphael Sofaer yang merupakan tim project Diaspora yang berasal dari New York University mengatakan bahwa mereka mengambil ide untuk membuat Jenjaring Sosial yang Terdistribusi (Diaspora), mungkin mirip kaya peer-peer dimana setiap user menginstall aplikasi di perangkatnya masing-masing dan mengijinkan setiap . beberapa orang untuk mengaksesnya.

diaspora /dī-ˈas-p(ə-)rə, dē-/
origin: Greek, διασπορά – “a scattering [of seeds]”
1. the privacy aware, personally controlled, do-it-all distributed open source social network

Diaspora meruoakan personal website (open source) yang memberikan para anggotanya untuk mengendalikan datanya sesuai dengan keinginan mereka. Ini akan memungkinkan memberikan privasi untuk semua data-data yang di post ataupun yang di share tapi masih memberikan manfaat untuk jenjaring sosial (para pengguna jenjaring sosial lainnya). Sehingga tujuan utama dari proyek ini untuk memberikan akses control penuh terhadap data oleh sang pemilik dan juga sebagai bentuk dari kampanye anti facebook yang sekarang sedang marak dikampanyekan di berbagai negara.

Terlihat cukup besar antusias untuk mewujudkan Diaspora Project, terlihat dari 39 hari penggalangan dana di kickstarter.com dana yangterkumpulkan sampai saat ini hampir mencapai $ 200.000 (sekitar $190,375), dimana penutupan akan berakhir awal bulan Juni atau 4 hari dari saat artikel ini di posting.

Apa project Diaspora ini cuman mimpi untuk menggulingkan kekuasaan Facebook atau mungkin dapat diwujudkan :D. Dan menurut pendapat saya kayanya cukup ribet untuk memulai menggunakan Diaspora terbayang untuk menginstal aplikasi terlebih dahulu, lalu melakukan konfigurasi-konfigurasi. Berbeda dengan facebook dimana tingal one touch dengan mengklik satu button yang terdapat di handphone-handphone untuk menjalankan facebook, sampai tukang nasi goreng dekat rumah saya pun dengan mudah facebookan dengan handphonenya saat melayani para konsumennya he3 :D.

The Diaspora project is also somewhat an Anti Facebook campaign by the proponents knowing all the privacy issues being faced by the social networking site. Facebook is known to allow various changing of privacy plans without giving notifications or if they provide. It will consist of lengthy and complicated explanations making the users more at lost.

The proponents of the said project give themselves 39 days to look for funding and raised $10,00 but amazingly with juts 12 days they were already able to have more than of what they plan. With the help of the online fundraising site Kickstarter, the project was able to raise a total of $116,000 and still growing every minute.  They were also able to draw big names to their fundraising including VC Fred Wilson and TWiT’s Leo Laporte. The movement indeed had already gathered interest and still gaining steam.

http://www.joindiaspora.com/





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer