God is not fair

  komentar

Suatu perlombaan lari 400 meter diadakan untuk menguji siapa manusia paling cepat d dunia. Semua penonton menunggu dengan antusias. Lomba lari ini diikuti oleh lima atlet paling hebat d nomor lari 400 meter. Semua peserta lomba memulai dari garis start yg sama, menempuh jarak yg sama, dan memiliki tujuan yg sama, yaitu menjadi yg tercepat mencapai finish.

Setelah bersiap-siap,tanda perlombaan pun dimulai. Sang wasit pun menembakkan pistol ke udara! Semua peserta lari secepat kilat menuju garis finish, dan berusaha mendahului satu sama lain. Sorak sorai penonton pun menambah sengitnya suasana persingan.

 

Tiba tiba terjadi insiden, dua atlet lari saling bersingungan ketika memperebutkan posisi pertama. Kedua atlet tersebut merasa terganggu dan akhirnya kecepatannya mulai melambat. Penonton begitu terhibur dengan persaingan itu dan tidak mempedulikan insiden yg terjadi.

 

Salah satu atlet merasa terganggu dengan insiden itu, dia keluar dari jalur lari dan menghampiri para juri untuk menyatakan protesnya. Para juri tidak mempedulikan insiden itu, dan memutuskan untuk tidak mengulang lomba lari. Atlet yg merasa di rugikan tetap bersikukuh menyampaikan protesnya, dan berteriak-teriak mengata-ngatain para juri tidak adil dalam mengawasi pertandingan.

Sementara di jalur lari, pelari nomor tiga berhasil menempati posisi kedua untuk bersaing dengan pelari pertama, pelari yg sempat bersinggungan degan pelari lain sebelumnya. Sorak sorai penonton pun makin bergemuruh menjelang garis finish. Tidak ada penonton satupun yg mempedulikan pelari yg memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan dan melakukan complain kepada para juri.

 

Akhirnya pertandingan lari itu dimenangkan oleh.... .Sebenernya tidak terlalu penting siapa yg pada akhirnya memenangkan pertandingan tsb. :)

Tp yg pasti hanya ada 4 pelari yg berhasil menyelesaikan pertandingan tersebut.

 

###############################################

Kadang kala, kita terlalu sibuk untuk menyalahkan orang lain - atau takdir - sampai pada akhirnya kita melupakan tujuan yg sebenernya kita hidup di dunia ini. Menyalahkan siapapun yg bisa di salahkan, dan pada akhirnya menjadi orang yg frustasi sendiri menghadapi setiap cobaan yg datang.

 

The world keeps spinning, while you keep complaining


Ya, tidak ada gunanya menyalahkan siapapun atau apapun. Yang hanya bisa dilakukan adalah ikhlaskan hati dan pikiran untuk menerima setiap keputusan-Nya, yakin bahwa Allah Maha Adil, dan dia tau yg terbaik buat hambanya, dan tetap ada di track yg benar untuk mencapai tujuan awal.

Walaupun kadang kala, hati berontak untuk bisa menyadarinya.

Hidup tidak pernah mudah, cobaan silih berganti datang setiap hari. Yg membedakan adalah bagaimana masing-masing pribadi menyikapi.

Tidak hanya cobaan yg membuat kita merasa sedih atau kehilangan, tp cobaan yg membuat diri kita menjadi lupa akan siapa kita, lupa akan orang orang di sekitar kita, lupa akan lingkungan tempat kita tumbuh dan berkembang.

Ada hidup - ada mati, kehilangan menjadi suatu hal yg pasti terjadi. :)





*inspired from the book : fight like a tiger, win like a champion

 





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer