Grojogan Sewu, tempat wisata seribu air terjun

  komentar


Pertama kali saya mendengar nama ini adalah dari sebuauh novel, Judulnya Kemuning yang saya baca ketika saya duduk di bangu sekolah menengah pertama. Saya lupa pengarang novel ini, namun saya masih sangat ingat cerita novel tersebut yang mengisahkan pertemuan seorang gadis dengan soulmate-nya untuk pertama kali dan kesedihan gadis tersebut mengenang kekasihnya yang terdahulu yang telah menghianatinya. Selain itu, novel tersebut juga membuat saya penasaran dengan Grojogan Sewu yang digambarkan sebagai tempat yang sejuk dengan air terjunnya yang indah serta bebatuan yang berada disekitarnya serta pedagang sate dan penyewaan kuda di sekitar tempat tersebut untuk mengantarkan pemeran utama novel ini ke air terjun Grojogan Sewu. Sungguh novel ini membuat saya ingin sekali menikmati keindahan alam Grojogan Sewu, yang sampai sekarang belum sempat terpenuhi, mudah-mudahan suatu saat nanti saya bisa ke tempat ini. Hal ini juga yang menjadi alasan saya kenapa pad artikel ini saya mengulas tentang Grojogan Sewu. Saya juga menganggap artikel sebagai referensi tambahan bagi saya dan juga bagi pembaca sebagai salah satu alternative tempat tujuan wisata alam.

 

Grojogan sewu meruapakn salah satu air terjun yang berada di Jawa Tengah. Terletak di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Air terjun Grojogan Sewu terletak di lereng Gunung lawu. Grojogan Sewu terletak 27 km di sebelah timur Kota Karanganyar. Air terjun Grojogan Sewu merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu. Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Air terjun tertinggi yang ada tinginya sekitar 80 meter. [sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Grojogan_Sewu ]

 

Untuk masuk ke kawasan wisata Grojogan Sewu ini, pengunjung hanya membayar tiket masuk sebesar Rp.6.000. Ada dua loket pintu masuk, yang pertama yang terletak di atas. Ketika pengunjung menyusuri jalan menuju loket pertama, pengunjung  dapat melihat-lihat tanaman hias yang dijual di sisi jalan. Anda juga dapat naik kuda unutk menuju loket bila anda malas berjalan kaki. Anda juga dapat melihat monyet-monyet yang ada di sisi jalan. Selain itu, jika anda masuk melalui pintu pertama maka anda harus menuruni ratusan anak tangga yang tersusun rapi untuk mencapai air terjun Grojogan Sewu.  Sedangkan jalan kedua terletak di lereng bawah.

 

Grojogan sewu berarti air terjun seribu. Ada beberapa titk air terjun yang dapat anda nikmati ditempat ini. Air terjun tertinggi memiliki tinggi sekitar 80 meter. Ada pula air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi pancurannya meluas dan membentuk cabang-cabang. Bila sedang musim hujan,maka sekeliling akan dihujani aor terjun. Tetapi jika musim panas, maka banyak air terjun yang kering. Pengunjung yang ingin mendekati air terjun harus berhati-hati karena melewati batu-batu yang besar dan licin.

 

Setelah puas menikmati air terjun, pengunjung dapat berkeliling untuk menikmati sejuknya hutan wisata Grojogan Sewu, dengan luas yang mencapai 20 Ha.Kawasan wisata ini juga menyediakan kolam renang untuk anak-anak dan dewasa. Ada juga warung yang menjual makanan dengan harga yang terjangkau. Sisi lain dari hutan Grojogan Sewu adalah pohon pinus dan pohon-pohon lain yang telah berumur ratusan tahun.

 

Dari gambar dan penjelasan yang saya dapat dari berbagai sumber tersebut, saya semakin ingin berwisata ke Grojogan Sewu, selain karena pemandangan alam, air terjun, dan bisa berkuda, saya juga semakin ingin membuktikan setting novel Kemuning yang dulu pernah saya baca tersebut. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa ke grojogan Sewu. *sriut ^^





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer