Hukuman untuk Tim Yang Tersingkir di Piala Dunia
komentar
Wah kayanya saya baru mendengar hukuman bagi para tim yang kalah saat piala dunia atau saya yang kurang gaul :D. Beberapa negara yang timnya kalah saat piala dunia memberikan hukuman mulai dari hukuman yang tergolong aneh sampai yang hanya mendapat cacian dan makian dari fans dan media di negaranya. Dari Timnas Korea Utara yang terancam bekerja di pertambangan Batu bara sampai Nigeria yang dilarang main bola lagi selama dua tahun.
Lalu Timnas Prancis yang katanya tidak akan dikasih gaji karena kekalahannya, Timnas Inggris yang mendapat cacian dari fans dan media begitu juga Timnas Italia. Dari resume yang saya sebutkan diatas kayanya yang paling konyol adalah hukuman yang katanya akan dibebankan kepada timnas Korut, masa sampai jadi pekerja di tambang batubara masih mending kalau jadi pegawai tambangnya di office :D. Yang kasian juga timnas Nigeria yang dilarang tampil 2 tahun di ajang Internasional. Nah klo yang ini siksaan profesionalisme di bola dan FIFA pasti akan menghukum Nigeria karena campur tangan Pemerintah terhadap bola.
Lalu bagaimana kalau hukuman seperti itu diterapkan kepada timnas Indonesia, kalau kalah secara memalukan di ajang Internasional dihukum untuk kerja keras di tambang, ngebangun jalan atau kerja sosial misalnya menjadi petugas kebersihan termasuk kepada jajaran PSSI. Ngga kebayang yah kalau itu diterapkan di Indonesia kayanya ngga ada yang mau jadi pemain Timnas. Ok ini berita selengkapnya yang saya ambil dari tempo interaktif.
Para pemain dan ofisial Korea Utara terancam bekerja di pertambangan batu bara sementara Nigeria dilarang tampil dua tahun di ajang internasional oleh presidennya. “Hukuman” seperti itulah yang akan dan telah didapat para pemain ketika timnya tersingkir di penyisihan Piala Dunia Afrika Selatan.
Yang lebih beruntung adalah Inggris di mana hujatan terbanyak justru datang dari tabloid-tabloid Negeri Pangeran Charles. Setibanya di kampung halaman, skuad Chollima dilukiskan seperti “bermuka batu”. Itu dianggap sebagai sinyal buruk oleh mantan pelatih tim nasional Moon Ki-Nam yang mengatakan kepada wartawan setelah tim kesayangannya dipermalukan Portugal 7-0 di penyisihan Grup G.
Yang membuat situasi bertambah buruk adalah performa Korut sempat menjanjikan, kalah terhormat 2-1 dari juara dunia lima kali Brasil pada laga pembuka. “Para pemain dan pelatih akan diberikan rumah besar ketika mereka menang. Namun mereka harus menebus kekalahan dari Portugal dikirim bekerja di tambang batu bara,” tegas Moon.
Cerita buruk perlakuan rejim ketika menerima kegagalan tim nasional tidak hanya dialami Korut. Almarhum Uday Hussein, anak dari diktator Irak Saddam, punya cara yang menyerupai cerita dalam sebuah novel ketika menghukum para pemain Irak ketika gagal memenuhi ambisinya. Metode favorit Uday dalam menghukum pemain adalah melecut dengan kabel listrik atau dipaksa berendam di bak air kotoran.
Hukuman yang lumayan ekstrim juga dilancarkan Presiden Nigeria Good Luck Jontahan. Ia sengaja membekukan tim nasional selama 2 tahun dari ajang internasional setelah finis buncit di penyisihan Grup B dengan hanya mengoleksi satu poin setelah kalah dari Argentina dan Yunani serta bermain seri dengan Korea Selatan.
Kekisruhan setelah tersingkirnya Prancis di penyisihan grup berujung pada mundurnya Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Jean-Pierre Escalettes dari jabatannya. Escalettes dan pelatih Raymond Domenech juga dipanggil untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya oleh komisi di parlemen Prancis.
Hukuman dan ganjaran datang dengan pelbagai bentuk. Namun, hukuman paling getir diterima almarhum bek Kolumbia Andres Escobar. Gol bunuh dirinya ketika Kolumbia bertemu Amerika Serikat di Piala Dunia 1994 berujung pada tewasnya mantan pemain Atletico Nacional tersebut yang ditembak ketika kembali ke kampung halaman.
Sang penembak mendapat perintah dari gangster, menyalahkan Escobar yang membuat mereka rugi besar dalam taruhan.
sumber : tempointeraktif
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


