Memperingati HUT RI Ke-65 Dengan Anti Penjajahan & Pengkhianatan
komentar
Baru saja beberapa waktu yang lalu kita merayahari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tercinta ini walaupun sempat dicederai dengan insiden masalah perbatasan dengan negara tetangga.
Tak terasa 65 tahun sudah kita merdeka, cukup lama juga tetapi masih seumur jagung dibandingkan penderitaan yang dialami oleh nenek moyang kita selama penjajahan selama +/- 3,5 abad, artinya secara matematis apa yang kita rasakan setelah 17 Agustus 1945 hingga saat ini belumlah setara dengan apa yang dirasakan bangsa ini sebelum 17 Agustus 1945. Jika 1-1=0, maka 1 masa penjajahan maka sudah seharusnyalah kita menikmati 1 masa kebebasan & kebahagiaan untuk dapat (paling tidak) menyeimbangkan penderitaan tersebut. Jadi, kalau kita dijajah selama +/- 3,5 abad, maka secara kita masih membutuhkan 285 tahun lagi untuk dapat mengobati luka yang tergores selama masa penjajahan. Jadi, sebagai anak bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya maka jangan berbangga dulu kita telah merdeka dan bisa menghirup serta menikmati udara kebebasan tanpa ada batasan dari penjajah karena sesungguhnya penjajahan yang dialami oleh bangsa ini masih membekas di hati bangsa.
Mengapa kita mengalami penjajahan sebegitu lama?
Nah, itulah pertanyaan yang terus menggelitik di pikiran saya, tak habis pikir kenapa bangsa kita bisa dijajah sebegitu lama. Ketika di bangku sekolah dijelaskan oleh guru kita bahwa salah satu faktor utama yang membuat kita lama di jajah adalah karena banyaknya kerajaan di nusantara kita yang semuanya memiliki egoisme&kepentingan masing-masing. Setelah saya pikirkan lebih dalam, sebenarnya kelemahan mendasar yang membuat bangsa ini rentan di jajah hanya karena 2 faktor saja yaitu sikap & perilaku anak bangsa yang suka menjilat & berkhianat.
Lihat saja di semua sejarah bangsa kita, hampir semuanya kerajaan bahkan negara kita dihancurkan karena adanya beberapa gelintir anak bangsa yang bersifat penjilat dan tega berkhianat kepada bangsa & negaranya.
Konteks seperti inilah yang kemudian dimanfaatkan dengan cerdik oleh penjajah sehingga bangsa kita rela berada di bawah kaki penjajah hingga berabad-abad. Lantas, apakah parasit di bangsa ini sudah punah semenjak kemerdekaan? ternyata jawabannya tidak. Hingga saat ini sifat seperti ini masih digemari oleh anak bangsa ini. Sebagai contoh: dalam dunia pekerjaan kita bisa melihat dengan jelas anak-anak bangsa tega mengkhianati bangsanya sendiri, bersikap penjilat terhadap pimpinan, dsb. dalam bernegara kita bisa melihat bagaimana KKN yang dilakukan oleh anak bangsa mulai dari rakyat biasa hingga kepada penyelenggara negara, yang lebih menyedihkan adalah apabila para penegak hukum kita yang semestinya menjunjung tinggi & menegakkan hukum justru menjadi pengkhinat hukum dengan bekerjasama dengan para koruptor memutarbalikkan fakta hukum.
Alangkah sedihnya kondisi bangsa yang ditinggalkan Bung Karno dan para pahlawan yang rela mengorbankan nyawa mereka demi kemerdekaan bangsa ini.
Oleh karena itu, sebagai anak bangsa dan generasi penerus maka sudah seharusnyalah kita menyatakan perang terhadap 2 sifat yang sebenarnya sepele namun bisa berakibat fatal bagi bangsa ini yaitu: Penjilat & Pengkhianat.
Setiap aksi menjilat & pengkhinatan terhadap bangsa sudah sewajarnyalah mendapatkan hukuman yang setimpal.
Hal ini harusnya menjadi pembelajaran bagi seluruh bangsa Indonesia agar sejak dini menanamkan nilai-nilai kebangsaan & kebersamaan kepada anak-anak bangsa generasi penerus dengan tidak bersifat penjilat & pengkhianat karena hal itulah yang membuat bangsa ini lemah.
Semoga saja ini menjadi renungan bagi kita semua.
(sumber: http://bisnisonlineplz.blogspot.com/2010/08/memperingati-hut-ri-ke-65-dengan-anti.html)
Mudah-mudahan melalui apa yang saya uraikan diatas mampu menjadi renungan bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk senantiasa menggalang persatuan dan kesatuan dan menyatakan anti terhadap penjajahan dan juga pengkhianatan.
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


