IP Address Pelaku Pengupload Video Ditemukan, Bukan Jaminan Ditemukannya Pelaku

  komentar


Baru-baru ini ada kabar bahwa Depkominfo dengan Kepolisian berhasil menemukan identitas sang pelaku. Nah saya kali ini mau mengangkat kata identitas, benarkah identitasnya sudah ketahuan?. Tapi sebelumnya saya ambil berita pernyataan dari Depkominfo dari detik.com. Saya bold beberapa hal yang saya coba bahas dari kacamata nubie kaya saya :D.

Penyebar video porno mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, segera terungkap. Pihak Menkominfo sudah mengetahui identitas penyebar video yang menghebohkan di dunia maya itu. "Identitas awal dulu ya, siapa yang mengupload, memposting. Kami sudah mengantongi IP Address-nya," jelas Humas Menkominfo Gatot S Dewa Brata, saat dihubungi detikhot melalui telepon Jumat (11/6/2010).

Menurut Gatot, untuk mengetahui IP Address si pelaku, bukanlah hal yang susah untuk pihak Kementerian Kominfo. "Ini jadi pelajaran bagi publik agar tidak sembarangan mengupload atau memposting," ujarnya lagi.

Saat ini pihak Kementerian Kominfo masih mengembangkan temuan IP Address tersebut. Pengembangan itu untuk mengungkap identitas pelaku yang sebenarnya. "Ini merupakan kerjasama kami dengan pihak kepolisian," tandas Gatot.

Berawal dari tadi saat saya menonton apa kabar indonesia di tv one, ada kabar bahwa penyebar alias pengupload video untuk seri satu (Yang katanya mirip Luna plus Ariel untung bukan mirip Edi Supono) berhasil ditemukan identitasnya, sedangkan untuk versi kedua masih dalam proses tapi dikatakan yang mengupload berbeda. Coba lihat kalimat "bukanlah hal yang susah untuk pihak Kementerian Kominfo" bukan hal yang susah tapi kok sampai seminggu, coba deh kalau bisa dalam 1-3 hari kan lebih bagus sehingga pihak pengupload berikutnya berpikir lagi untuk melakukan aksinya.

Berikutnya terlalu cepat untuk menulis diberita-berita bahwa identitas pelaku sudah ditemukan, karena kalau saya perhatikan dari berita bahwa Kominfo baru mendapatkan IP Address. Ibaratnya seperti saya mencari orang dan baru tau orang itu berada di propinsi apa. Itupun saya tidak mengetahui muka orang itu dll. Ya mudah-mudahan saja pelaku penyebarannya kurang pandai dan dengan mudah dilacak dari IP Addressnya. Coba bayangkan kalau pelakunya cukup pandai saya berani menjamin kalau pelaku sangat sulit untuk ditemukan.

Pertama pernah nonton film-film untuk melacak posisi orang itu membutuhkan waktu sekian menit dan si orang jangan sampai keburu berpindah. Sama halnya dengan kasus ini, kalau orang tersebut mengupload ditempat umum seperti hotspot atau warnet dengan identitas palsu cukup sulit untuk di lacak terlebih sampai user untuk menguploadnya juga menggunakan identitas palsu.

Yang berikutnya, coba kepikiran ngga yang uploadnya menggunakan fasilitas dari ISP mobile seperti menggunakan GSM / CDMA prabayar untuk mengupload. Dia registrasi datanya juga palsu, pas registrasi dilakukan di suatu tempat yang jauh dari lokasi aslinya, lalu pas beli kartunya pun juga di beli di toko-toko di pelosok-pelosok desa yang jauh dari rumahnya. Kemudian dia menguploadnya di suatu lokasi tertentu yang sangat jauh dari rumahnya, lalu abis menggunakannya langsung dia hancurin tuh kartu. Kenapa saya mengkhayal hal tersebut, karena setahu saya kalau ISP mobile dia melacak bisa dari posisi BTS, BTS mana saja yang pernah dia  pake :D dari aktivasi sampe mungkin si kartu dilenyapkan.

Yang berikutnya kalau dia uploadnya pake komputer yang bener-bener belum pernah berselancar di dunia maya, apalagi ditunjang dari ip address yang tidak ada rekam jejaknya. Benar-benar kaya bayi baru lahir, plus dia uplaod misalnya ditambah pake proxy lain atau jangan-jangan yang mengupload menggunakan ip punya orang sehingga yang kena kalau dapat ya itu orang yang punya ip aslinya. Jadi kalau dibilang Identitas penyebar sudah ditemukan, saya rasa itu baru 1%.

Ya sekian dulu deh, jadi mesti di revisi atau ditambahkan di kalimat yang diucapkan oleh pak Humas, jangan kaya begini "Ini jadi pelajaran bagi publik agar tidak sembarangan mengupload atau memposting,"  jadi seolah-olah menyuruh sang pelaku hati-hati yah kalau mau upload biar ngga mudah ketahuan. Tapi lebih bagusnya "Ini jadi pelajaran untuk sang pelaku dalam video jangan sembarangan bertindak tolol, dan untuk sang pengupload coba dipikirkan dulu sebelum bertindak :D". Plus ngga usah lah upload yang aneh2, lebih baik bikin hal yang bisa bikin bangsa ini terkenal di dunia bukan dr hal-hal yang kaya gtu tapi dari yang positif, sekali-sekali treading topics di Twitter yang bikin bangsa ini bangga jng yang aib.





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer