Target Jepang Menjadi Tuan Rumah World Cup 2018/2022

  komentar


Jepang salah satu negara di Asia yang mengejar menjadi tuan rumah piala dunia 2018 atau 2022. Banyak yang ditawarkan oleh Jepang, pastinya tidak jauh dari sarana dan teknologi. Jepang yang merupakan negeri yang dikenal dengan teknologinya yang maju, menawarkan nilai teknologi dalam kampanyenya untuk menjadi tuan rumah piala dunia.

Tema yang dibawakan dengan istilah "World Cup of Smiles", unsur kesenangan, kemudahan, kegembiraan akan diterapkan pada piala dunia yang akan di selenggarakan oleh Jepang jika lolos menjadi tuan rumah piala dunia. Teknologi yang ditawarkan adalah salah satunya dengan membuat giant 3d screens.

Perusahaan TV Jepang, NHK Jepang berjanji akan menyiarkan Piala Dunia 2022 dengan menggunakan teknologi Hologram untuk membuat view 3D pada miniatur lapangan. Sehingga para penonton serasa memonton dalam pertandingan langsung. Dengan biaya sekitar 2.8 Juta Poundsterling, mereka berharap dan yakin bahwa teknologi tersebut dapat dibuat dan diimplementasikan.

Dengan kondisi layaknya seperti menonton sepak bola didalam stadion, para pemain akan di petakan secara 3 D dalam bentuk Hologram ke seluruh lapangan kosong di seluruh dunia, sehingga para penonton seolah-olah menonton langsung pertandingan. Didukung dengan real sound effect sehingga suara yang dihasilkannya pun benar-benar nyata seperti aslinya. Suara akan diletakkan diarea lapangan. Seperti yang dilansir oleh detik.com, "Anda mungkin berkata teknologi ini hanya mimpi karena mengadaptasi dari sebuah film," ungkap Profesor Jun Murai dari  Universitas Keio. "Namun, ini penting untuk melihat bagaimana teknologi akan berkembang dalam waktu 12 tahun. Saya pikir ini akan direalisasi dan mulai digunakan sekitar tahun 2016," tutupnya.

Project 3D ini akan di representasikan di 400 stadium diseluruh dunia dan akan ditonton oleh sekitar 360 juta orang dengan biaya sekitar 6 Miliar USD. Selain itu ada juga penerapan teknologi digital ticket dan GPS untuk mentari jalan disekitar stadiums.

 

Video :

sumber : telegraph.co.uk, detik.com, worldcupblog.org




Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer