Innalillahi wa InnaIlaihi Roji'un,Telah Meninggal Dunia Kang Ibing

  komentar


Innalillahi wa Innalillahi Rojiun, selamat jalan Kang Ibing. Salah satu maestro seniman dan pelawak asal daerah ane (sunda). Yang akhir-akhir ini sering membawakan dakwah dan biasanya saya sering membaca tulisan sebagai komentator bola dengan tulisan yang jenaka disalah satu media surat kabar terbesar di Jawa Barat.

Dari kecil saya dah akrab sekali dengan tokoh yang bernama Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata, terutama dalam film-film komedi seperti kabayan. Dengan logat sunda yang khas dan kelakuan yang konyol sehingga dulu bisa menjadi pelawak besar selain grup warkop.Beberapa film yang pernah dibintangi kang Ibing :

Seniman dan pelawak asal Sunda, Kang Ibin meninggal Kamis (19/8) sekitar pukul 20.45 Wib akibat mengalami pendarahan setelah terjatuh di kamar mandi rumahnya.

"Sekitar jam delapan, dapat telepon dari yang dirumah kalau bapak jatuh, saya pikir jatuh biasa, bapak pingsan terus digotong langsung ke rumah sakit sekitar jam setengah sembilan," kata anak pertama Kang Ibing, Dikdik Kusmadi, 32.

Menurutnya, karena tidak kunjung siuman pihak keluarga dan kerabat langsung melarikan ke RS Al Islam, Bandung. Dikdik sama sekali tidak menduga ayahandanya akan meninggalkan dirinya beserta keluarga untuk selamanya.

Ia mengatakan, pada saat di mobil ambulan menuju rumah sakit dirinya sempat mencoba menggoyang-goyangkan tubuh bapaknya supaya sadar. "Saya coba goyangkan badannya, tapi nggak ada respon, sampai rumah sakit kata dokter nyawa bapak sudah nggak ketolong," katanya.

Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata atau Kang Ibing meninggal dunia dalam usia 64 tahun. Ia lahir di  Sumedang, Jawa Barat, 20 Juni 1946.

Semasa hidupnya dia pernah tergabung dengan grup lawak De'Kabayan bersama Aom Kusman dan Suryana Fatah. Pelawak ini juga aktif dalam kesenian Sunda.

 

Ingin Membangun Pesantren

Kang Ibing, yang meninggal dunia Kamis (19/8) malam, semasa hidupnya bercita-cita ingin mendirikan sebuah pondok pesantren sebagai sarana dirinya untuk berdakwah.

"Bapak pernah bilang ingin mendirikan pesantren di Cimalaka, Sumedang. Selain itu bapak juga ingin melihat anak-anaknya berhasil," kata anak pertama almarhum, Dikdik Kusmadi, 32, di Bandung.

Ia mengatakan selama ini ayahnya memang mengidap penyakit kantung, namun tidak pernah mengeluh.  "Kalaupun sakit tidak pernah mengeluh, bapak tetap melakukan aktivitasnya terutama berdakwah," kata Dikdik.

Sebelum dimakamkan, jenazah kang Ibing akan dibawa melintasi rumah miliknya di Sumedang. Rumah itu sebelumnya dibersihkan kang Ibing hingga Kamis (19/8) petang. Tempat pemakaman di Gunung Puyuh tersebut sesuai amanat almarhum.

 

sumber : mediaindonesia, tempointeraktif, kaskus





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer