Kebiasaan Merokok Dapat Menyebabkan Kebutaan Pada Mata
komentar
Merokok itu nikmat kata para pecandu rokok. Merokok itu tidak enak dan tidak nikmat kata para pembenci rokok. Merokok itu dapat merugikan kesehatan kata pakar kesehatan. Begitu kiranya antara pro dan kontra tentang merokok, serta tanggapannya.
Ada sumber tentang hasil riset khusus mengenai kebiasaan merokok, sebagai berikut :
Bahwa merokok itu berbahaya, sudah banyak orang tahu. Namun jika mengisap sang racikan tembakau ini dapat memicu kebutaan, itu baru berita baru. Hasil penelitian bahwa hubungan antara kebiasaan merokok dengan rusaknya retina mata, terutama pada manula. Ditengarai 54 ribu orang di Inggris mengalami kebutaan jenis ini. Namun mereka tidak sadar bahwa sang 'paku maut'-lah pemicunya.
Mulanya adalah age-related macular degeneration (AMD) atau penurunan kemampuan melihat mata akibat penuaan. AMD diketahui menimpa banyak manula, meski sedikit yang 'peduli' pada penyebabnya. Sebagian menganggapnya proses alami. Adalah AMD Alliance English (AAE) dan Royal National Institute of the Blind (RNIB) yang menelurkan riset lumayan mengejutkan ini.
Untuk diketahui bahwa AMD biasa menggempur seseorang berusia 40 tahun ke atas. Rata-rata penderita AMD merasai ketajaman penglihatannya kendor. Mereka lalu mendatangi dokter ataupun optikal, dan mendapati bahwa bagian pusat retina mata-nya telah rusak. Banyak pasien AMD yang berharap matanya pulih kembali. Namun, tak sedikit yang berujung pada kebutaan. ''Nah, para perokok ini berisiko dua kali lipat untuk berakhir pada kebutaan ketimbang nonperokok,'' begitu Winyard menerangkan. Sebuah peringatan lumayan serius bagi para perokok.
Sayangnya, hasil riset mutakhir ini sedikit diketahui publik. Malah pengetahuan soal AMD itu sendiri cenderung terabaikan. AAE menyebutkan hanya 70 orang dari 1.023 responden (tujuh persen) yang mengetahui bahwa AMD bisa berimbas pada kebutaan. Padahal di Inggris saja terdapat 500 ribu penderita AMD dan 9,5 persen di antaranya diduga mengalami hal ini akibat kebiasaan merokok.
Karena, itulah AAI mengimbau pemerintah untuk menaruh perhatian serius. Pemerintah harus menggiatkan kampanye antirokok. Ini harus dilakukan segera dan terencana. Bagi para aktivis antirokok, hasil riset ini agaknya semakin mengobarkan semangat mereka untuk menyurutkan populasi pecandu rokok.
Laporan yang sama dari AAE mengungkapkan bahwa tujuh dari sepuluh perokok berpotensi untuk berhenti merokok secara permanen (41 persen) andai mengetahui bahwa rokok terkait dengan kebutaan. Dua puluh persen diantaranya berpotensi mengurangi kebiasannya secara drastis. Kebutaan memang bukan hal sepele. Pauline Edwards (50), warga Salford, Inggris, menyerukan agar anak muda Inggris segera berhenti merokok. Menjadi pecandu selama belasan tahun, Edwards kini menuai petaka dari kebiasannya mengendus kepulan asap.
''Saya menderita AMD. Sebelah mata saya rusak. Sebentar lagi akan buta,'' keluhnya. ''Anda tak dapat membayangkan bagaimana rasanya mengalami hal ini. Terutama saat Anda muda, kematian seperti terasa masih jauh saja. Tapi, Anda keliru,'' katanya. Edwards seorang perawat. Ia menyaksikan tak sedikit orang meninggal akibat kanker paru-paru. Namun itu belum membuatnya jera. Edwards terus mengepulkan asap rokok, hingga suatu saat AMD menyerangnya. ''Andai sejak awal saya tahu, saya pasti sudah berhenti,'' ujarnya.
Selanjutnya pembaca juga harus mengetahui, simak berikut ini, silahkan Klik :
Dan baca juga dibawah ini, silahan Klik :
Jangan lupa, boleh juga baca yang berikut ini :
Sumber : Royal National Institute of the Blind, AMD Alliance English, Dunia Refraksi
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


