Kornea Dapat Keruh

  komentar


Kornea yang jernih dan transparan (tembus pandang) terjadi karena keseimbangan faktor-faktor yang saling terkait. Dengan demikian jika terjadi gangguan yang merusak keseimbangan komposisi dan struktur jaringan kornea, maka akan terpengaruh pula pada tingkat kejernihan kornea.

Menurunnya tingkat kejernihan atau mengeruhnya kornea dapat bersifat sementara, atau bahkan dapat menetap selamanya.

Kekeruhan kornea dapat terjadi jika kornea mengalami luka karena kecelakaan, terinfeksi oleh bakteri, jamur atau virus, atau akibat reaksi penolakan tubuh laukoma (autoimmun). Kekeruhan kornea dapat juga disebabkan oleh penumpukan materi abnormal akibat kelainan bawaan, karena kerusakan lapisan endotel akibat meningktnya tekanan bolamata (glaukoma), dan komplikasi tindakan dari bedah mata. Sel-sel pada lapisan endotel relatif tidak mempunyai daya untuk memperbaiki diri (regenerasi) sehingga jumlah selnya akan terus berkurang sejalan dengan bertambahnya usia. Padahal dibutuhkan dalam jumlah sel minimum agar lapisan endotel dapat menjalankan fungsi pompanya dengan baik.

Penurunan kejernihan kornea akan mengakibatkan timbulnya gangguan penglihatan, mulai dari rasa silau sampai dengan penurunan tajam penglihatan, bahkan hingga ke tingkat kebutaan.

Sebagian penderita yang terganggu penglihatannya maupun yang buta akibat dari kerusakan korneanya ini masih dapat dipulihkan kembali penglihatannya dengan tindakan operasi pencakokan (transplatasi) kornea, yang dalam kedokteran disebut keratoplasti.

Selanjutnya penting juga agar baca dan pelajari dibawah ini :

Dan, boleh juga baca yang berikut ini :

Sumber : Akademika, sumber lain, refraksi optisi,





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer