This book is ?Why Men Don't Listen and Women Can't Stop Talking?
komentarBerawal dari diskusi kecil dengan beberapa teman di situs sosial, keluarlah ide untuk mengulas ulang sedikit tentang buku “Why Men Don't Listen & Women Can't Stop Talking” di www.ripiu.com. hehehe..
Sebenarnya buku ini sudah lama terbit. Pembacanya pun sudah beratus-ratus bahkan beribu-ribu orang dan juga mungkin info tentang buku ini sudah terlewat basi untuk Anda.
Namun seperti kebanyakan orang bilang, kalau buku adalah gudang ilmu dan pancaran manfaatnya tidak akan habis dimakan jaman serta sudah selayaknya untuk dipublikasikan, baik jenis buku apa pun itu, tak terkecuali dengan buku yang satu ini.
Singkat cerita, buku ini dikarang langsung oleh sepasang pakar internasional tentang hubungan, Allan dan Barbara Pease, yang memaparkan hasil riset mereka dari segala penjuru dunia yang dilatarbelakangi oleh permasalahan “bagaimana membina hubungan yang lebih menyenangkan dan lebih harmonis dengan lawan jenis”.
Dalam buku ini memang diulas beberapa perbedaan pandangan antara pria dan wanita mengenai suatu hal.
Mengapa hal tersebut terjadi? Pria dan wanita sebenarnya telah berevolusi secara fisik, tetapi masih membawa kebiasaan mereka dari zaman purba, yakni pria bertugas untuk berburu dan melindungi, sedangkan wanita bertugas untuk mengurus anak dan tinggal di gua. Sebagai akibatnya, selama jutaan tahun, tubuh dan otak keduanya pun berkembang mengikuti kebiasaan tersebut dan dengan caranya masing-masing. Begitu juga dengan zaman modern ini, dapat kita lihat bahwa pria dan wanita mempunyai jalan pikiran dan pengertian yang berbeda dalam memproses sebuah informasi yang masuk ke dalam otak yang menyebabkan perbedaan pada persepsi, prioritas dan tingkah laku mereka.
Beberapa perihal perbedaan yang dikupas pada buku ini, antara lain sebagai berikut:
- bagaimana sebuah peta hampir mengakibatkan perceraian antara sepasang suami istri
- mengapa wanita banyak bicara sedangkan pria tidak
- mengapa pria senang gambar erotis sedangkan wanita tidak
- mengapa wanita senang curhat, geram dengan bisunya pria, dan benci memarkir mundur mobilnya
- mengapa pria senang menawarkan solusi tapi membenci nasehat, sedangkan terkadang wanita hanya ingin di dengar saja.
- mengapa wanita berbicara dengan perasaan sedangkan pria berbicara apa adanya
- mengapa wanita menghargai hubungan sedangkan pria menghargai pekerjaan
- mengapa pria jatuh cinta sedangkan wanita memutuskan
- mengapa pria tidak mampu melakukan beberapa hal sekaligus dan senang mengganti saluran TV
Berikut beberapa contoh kasus yang berkaitan dengan perihal perbedaan yang dikupas pada buku ini :
- Kasus “ pria makan dan membaca surat di meja makan ”
Kisah seorang cowok yang sedang kelaparan dan dia makan dengan lahapnya di meja makan. Namun kebetulan, selain makanan yang dia santap, di atas meja juga terdapat beberapa surat yang hari itu dikirim untuk setiap penghuni kontrakan.
Sambil makan, tangan si cowok ini membuka satu amplop surat, maksudnya ingin makan sambil baca surat miliknya. Tapi apa yang terjadi, cowok itu salah buka surat, dia membuka surat orang lain.
- Kasus “ mentega di kulkas ”
Kisahnya berawal dari cowok yang berdiri di depan kulkas yang terbuka.
Cowok : "Menteganya mana ya?"
Cewek : "Di dalem kulkas"
Cowok : "Nggak ada tuh" - sambil celingak-celinguk ke dalem kulkas...
Cewek : "Kok bisa nggak ada? Dari dulu juga ditaruh di kulkas"
Cowok : "Mana? Ngga ada. Gue udah cari. Nggak ada apa-apa tuh di kulkas"
Terus si Cewek akhirnya harus ikutan ke dapur, ikutan ngelongok ke kulkas dan ... secara ajaib bin sulap, tangannya udah megang mentega.
Apa komentar selanjutnya dari si Cowok?
"Ditaruhnya di situ sih... terang aja tadi nggak keliatan!"
- Kasus “ Strategi Sepatu 'Biru Atau Emas' ”
Alkisah Bambang dan Fenny sedang siap-siap untuk pergi ke pesta.
Fenny baru saja beli baju baru dan pengen banget keliatan cantik. Dia pegang 2 pasang sepatu, sepasang warna biru, sepasang warna emas.
Lalu dia bertanya ke Bambang, dengan pertanyaan yang paling ditakutin cowok,
"Bang, yang mana yang musti Fenny pake dengan baju ini ya?" Keringet dingin Bambang mulai keluar. Dia sadar sebentar lagi bisa muncul masalah.
"Ahh...umm...yang mana aja yang kamu suka, sayang," gitu jawab Bambang.
"Ayo donk Bang," kata Fenny lagi, nggak sabaran, "Yang mana yang keliatan lebih bagus.....yang biru atau yang emas?"
"Kayaknya yang emas deh!" jawab Bambang dengan gugup.
"Emangnya yang biru kenapa?" tuntut Fenny.
"Kamu emang dari dulu nggak pernah suka sama yang Biru! Aku beli mahal-mahal dan kamu nggak suka, kan?" Bambang dalem hatinya mungkin udah dongkol, "Kalo nggak mau denger pendapatku, kok tadi nanya!"
Bambang pikir tadi dia disuruh menyelesaikan suatu masalah, tapi ketika masalahnya sudah ia selesaikan, Fenny malah kesel.
Namun bukan disitulah letak inti dari isi buku ini, bukan untuk menekankan ke arah betapa bedanya antara pria dan wanita, tetapi untuk membantu pembaca dalam bagaimana mengerti pasangan.
Perihal-perihal perbedaan antara lawan jenis yang dipaparkan oleh pengarang hanya dimaksudkan untuk membuka pikiran pembaca bahwa memang pria dan wanita pada dasarnya tidak sama sehingga pembaca dapat memahami dan belajar untuk bersikap lebih positif. Dengan disertai penyajian beberapa tips dalam buku ini, pembaca digiring oleh pengarang untuk mampu berpola pikir serupa, yaitu mampu menikmati kebahagiaan, menjalin dan mempertahankan hubungan.
Menarik bukan teman-teman?? ^^
Dengan karakternya yang mudah dibaca dan penuh humor, buku ini sangat cocok sekali dibaca di waktu-waktu senggang Anda. Pada beberapa toko buku, Anda dapat membeli buku ini dengan harga sekitar 50 ribu rupiah.
Selamat membaca.. :)
Sumber : "Why Men Don't Listen & Women Can't Read Map", by Allan & Barbara Pease
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


