MOTORIK PUBERTAS

  komentar

Menjelang akhir sekolah dasar, reaksi kekanak-kanakan mulai berkurang. Perkembangan motorik yang bertambah sempurna tergantung dari permainan dan olahraga yang dilakukannya serta hubungann dengan orang-orang di sekitarnya. Karena itu, dasar-dasar pendidikan jasmani penting sejak tahun-tahun pertama di skolah.

 

Kebanyakan orang berpendapat bahwa fase pubertas ini muncul dengan mendadak, lalu ada krisis pubertas. Pada masa pubertas, ciri utama adalah proses fisiologis kematangan alat reproduksi yang terjadi lebih cepat dari kematanagan psikis, dan adanya perubahan tingkah laku sehubungan dengan kedua hal tersebut. Juga ciri sekunder mendahului perubahan tingkah laku.

 

Perubahan dalam proporsi anggota badan mempunyai pengaruh besar terhadap cara bergerak anak.

1) Dengan pertumbuhan pesat biasanya ada disproporsi pada perkembangan otot-otot sehingga ia harus berusaha lebih baik untuk melakukan gerakan.

2) Perubahan skema tubuh.

3) Sikap terhadap orang di sekitarnya, benda dan terhadap diri sendiri, jadi juga sikap terhadap perasaan, nila, usul, pikiran dan sebagainya berubah.

 

Perubahan dari anak ke pubertas tidak terjadi secara mendadak akan tetapi sedikit demi sedikit. Sebelum memasuki masa puber, yaitu usia 13-14 tahun da periode prapubertas yang dimulai sekitar usia 9-10 tahun. Sampai usia 9 tahun anak masih bermain secara kekanak-kanakan, ia bermain dengan bahan-bahan yang tidak menuntut persyaratan teknis.

 

Menurut Langeveld, sejak umur 9 tahun, permainan anak lebih mengarah ke sosial, dalam arti kata bahwa ia mulai main berkelompok (gang age) dan kelompok-kelompok yang berubah-ubah anggota dan adanya perubahan tujuan kelompok.

 

Sekitar usia 13 tahun anak memasuki masa puber. Cirri-ciri yang terlihat adalah menutup diri, pandangan kritis yang oposisional, cara berpikir egosentris dan merasa diri kosong atau ditinggalkan.





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer