Belajar Terintegrasi LMS
komentarPerkembangan teknologi yang makin hari makin canggih telah menginfeksi hampir seluruh sektor kehidupan manusia. Tidak terkecuali sektor pendidikan atau edukasi. Saat ini, berbagai sekolah, universitas, dan institusi telah menerapkan sistem pembelajaran terintegrasi LMS atau Learning Management System yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian materi kursus atau pembelajaran.
Pembelajaran terintegrasi LMS merupakan sebuah metode baru yang oleh para ahli diprediksi akan menggantikan sistem pembelajaran konvensional. Saat ini, homeschooling telah menerapkan metode ini sepenuhnya. Namun beberapa instritusi masih menggunakan metode ini sebagai pelengkap dari sistem pembelajaran tatap muka. Penggabungan dari dua metode tersebut dikenal dengan istilah Asynchronous Learning atau Blended Learning.
Sistem ini memiliki beberapa kelebihan dan tentunya juga mengandung beberapa kelemahan. Kelebihan dari sistem ini adalah:
(1) Menghemat waktu dan biaya. Dengan penerapan sistem atau metode pembelajaran terintegrasi LMS, baik pengajar maupun pelajar akan diuntungkan pada konsumsi waktu dan biaya yang lebih sedikit. Sistem atau metode pembelajaran terintegrasi LMS tidak mempertemukan pengajar dan pelajar. Ruang untuk belajar haruslah terkoneksi internet dan diakses dengan menggunakan perangkat komputer.
(2) Pembelajaran lebih terfokus. Yang dimaksudkan disini adalah pengerucutan atau pengarahan aktivitas siswa yang teratur sesuai dengan instruksi pengajar.
(3) Penilaian lebih mudah. Dengan pengintegrasian perangkat komputer dalam pembelajaran, pengajar tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memeriksa pekerjaan/tugas siswa. Dalam sistem atau metode ini, penilaian diatur secara otomatis. Pengajar hanya memerlukan indikator-indikator apasaja yang memungkinkan siswa untuk mendapatkan nilai bagus atau kurang bagus, setelah itu, komputer akan menggolongkan pekerjaan/tugas siswa berdasarkan indikator yang telah ditetapkan oleh pengajar.
Dibalik kelebihan yang dikandungnya, adapula kekurangan didalamnya. Berikut beberapa kelemahan pembelajaran terintegrasi LMS:
(1) Tidak adanya monitoring aktivitas fisik. Penerapan sistem pembelajaran jarak jauh tentu saja tidak memungkinkan pengajar untuk memonitoring tingkah laku siswa dan sikap siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini disebabkan karena sistem pembelajaran jarak jauh tidak membutuhkan pengajar dan pelajar berada pada satu lokasi atau kelas.
(2) Tidak adanya bimbingan psikologi. Dalam sistem atau metode ini, pengajar tidak memiliki kesempatan untuk memonitoring keadaan psikologi siswa. Pengajar dan pelajar murni terlibat dalam suatu aktivitas pembelajaran saja.
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


