Pencangkokan Kornea

  komentar


Pencangkokan kornea atau transplantasi kornea dilakukan dengan cara mengangkat kornea penderita yang keruh dan menggantikannya dengan kornea dari donor yang masih jernih. Tindakan pemulihan struktur dan fungsi kornea melalui pencangkokan ini dapat dibedakan menjadi :

1. Pencangkokan kornea lameler

  • adalah yang dilakukan jika lapisan sel endotel penderita dianggap masih menjalankan fungsi pompanya dengan baik. Dalam tindakan ini hanya sebagian lapisan kornea yang diganti dengan kornea donor.

2. Pencangkokan kornea tembus

  • adalah yang dilakukan jika seluruh lapisan kornea penderita diangkat dan diganti dengan kornea donor.

Berdasarkan tujuan dan indikasinya, tindakan pencangkokan ini dapat dibagi menjadi :

1. Indikasi optik

  • Bertujuan untuk memulihkan kemampuan penglihatan penderita secara optimal. Biasanya dilakukan pada kerusakan yang minimal dan tanpa penyulit tindakan.

2. Indikasi terapetik

  • Dilakukan untuk menghilngkan keadaan patologik dijaringan kornea yang diperkirakan dapat merusak bolamata secara keseluruhan, misalnya karena infeksi oleh bakteri maupun jamur.

3. Indikasi tektonik

  • Dilakukan untuk memperbaiki struktur jaringan kornea yang mengalami penipisan dan kerusakan yang dapat mengancam keutuhan bolamata. Keadaan ini sering disebabkn oleh infeksi terbatas maupun karena kecelakaan (trauma)

Pada indikasi terapetik dan tektonik tingkat keberhasilannya dalam memulihkan penderita dengan transplantasi kornea sangat tergantung pada keadaan bolamata penderita sebelum tindakan dilakukan, saat transplantasi atau pencangkokan dilakukan (semakin dini semakin baik) dan ada tidaknya komplikasi pasca bedah.

4. Indikasi kosmetik

  • Yang dilakukan hanya untuk melakukan kejernihan kornea, karena kemampuan penglihatan tidak lagi dapat dipulihkan akibat sudah terganggunya fungsi saraf penglihatan.

Pembaca yang baik hati, sebelumnya harus baca dibawah ini :

Dan selanjutnya baca juga yang dibawah ini :

Serta, boleh juga baca yang berikut ini :

Sumber : Akademika, refraksi optisi, sumber lain





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer