Pentingnya kehati-hatian dalam berbisnis
Dibuat tanggal : 15-03-2010, 15:16:21
Berhati-hati dalam melangkah, bersikap dan menentukan mana pilihan yang tepat dalam setiap keputusan yang kita ambil. Sangatlah penting. Apapun itu, berhubungan dengan apapun juga. Sifat hati-hati merupakan sebuah syarat terselubung dan syarat nyata. Tergantung bagaimana kita memperlakukannya.
Dalam berbisnis tentu sifat kehati-hatian ini sangatlah penting, karena menyangkut harapan dan masa depan. Menyangkut untung-rugi. Jika kita tidak menerapkan sikap hati-hati dalam menjalanannya, tentu bahaya bisa mengancam daimana saja dan kapan saja.
Memang, agag bertentangan dengan gagasan yang menyetujui, bahwa untuk berbisnis tidak perlu terlalu banyak berfikir. Yang penting beraksi, bertindak, bergerak, beranjak dan sinonim lain yang meminta kita melakukan sesuatu untuk langsung mewujudkan impian kita itu. Kasarnya, JANGAN BANYAK MIKIR!
Namun esensi kehati-hatian disini bukan dalam konteks menakut-nakuti. Namun sebagai pelengkap agar setiap niat untuk segera bertindak, sebaiknya di bungkus dengan mental hati-hati. Kenapa demikian..?
Sebab dengan berhati-hati kita akan mudah untuk memasuki hasrat terdalam kita yang sebenarnya. Kita belajar jujur pada diri sendiri. Apa yang kita inginkan dan apa yang kita khawatirkan akan bersatu dalam bentuk kehati-hatian. Sehingga keputusana yang dikeluarkan berkaitan dengan bisnis yang akan atau sedang dilakukan, benar-benar lahir dari sebuah kesadaran penuh. Tidak bimbang, tidak takut, dan nantinya tidak akan menyesal.
Sebagai ilustrasi begini...
Jika anda akan menyebrangi jalan. Apakah anda langsung beraksi dengan secepat kilat menyebrangi jalan? Tentu tidak bukan. Anda tentu menoleh ke kiri dan kekanan, memastikan bahwa tidak ada kendaraan yang melaju cepat saat itu. Tidak ada kendaraan yang jaraknya terlalu dekat dan ugal-ugalan yang mungkin bisa mengancam keselamatan jiwa anda.
Tentu disaat itu anda lebih memilih berhati-hati, lebih jujur bahwa saya tentu tak ingin mati konyol karena ingin langsung beraksi, memandang lurus kedepan tak peduli kiri kanan. Langsung ngacir.....!
Dalam berbisnis pun demikian.
Apalagi jika anda memulainya dengan modal utang dari bank. Anda sudah harus bisa berkalkulasi alias berhitung.
Misalnya anda berniat untuk mengajukan kredit ke bank. Jangka waktu kredit berapa tahun yang relevan. berapa besar rasio angsuran yang bisa dipenuhi. Dan sebagainya.
Jika anda berniat Join dengan rekan anda. Apakah sudah dibicarakan baik buruknya hubungan kedepan. Apakah memang pilihan join ini benar-benar untuk bisnis atau hanya ikuti trend dan terpengaruh orang lain? Anda harus menyikapi semua ini dengan bijaksana. Hati-hati.
Pengalaman saya dulu, pernah melakukan kesalahan, karena tidak berhati-hati dalam memperhitungkan rasio angsuran yang relevan dengan bisnis yang saya pilih. Sehingga saya harus tutup bisnisnya dan saya menanggung resiko melunasi angsuran utang . Hal ini karena kalkulasi rasio kesanggupan angsuran dengan cash flow yang tidak diperhitungkan dengan hati-hati.
Walaupun demikian tetap saya bisa memetik pelajaran berharga disitu. Tak perlu menyesal apalagi bunuh diri.
Dan saya rasa kehati-hatian ini sangat penting jika kita ingin terjun ke dunia bisnis. Apalagi kalau miskin pengalaman dan modal pas-pasan. Saya khawatir jika pemula yang terjun mengalamai kegagalan, akan berefek pada mental yang pesimis dan enggan untuk bangkit lagi.
Beda halnya, jika sedari awal sifat kehati-hatian sudah membentenginya. Maka saya yakin, kegagalanpun sudah siap dihadapi. Sebab dalam proses pengambilan keputusan kita sudah menerapkan prinsip hati-hati yang didalamnya sudah ada kesiapan untuk menerima segala kemungkinan. Termasuk kegagalan.
Artikel Terkait
Komentar
15-03-2010, 17:07:37
wah juragan PGC muncul nih