puisi : peri atau bidadarikah ia ?
komentar
peri atau bidadarikah ia ?
ukiran senyum tulusnya kurcacikan hati pendosa
purnama menyeruak dibalik bola matanya
beribu bintang tak malu mengerlip genit meminta perhatian
Ar Ra'd melukis keteduhan langit di tiap tuju langkahnya
peri atau bidadarikah ia ?
Mika'il menangis rahmati bumi larut dalam kesedihannya
bulir-bulir tetes air matanya keruh
meratap hina di hadap-Nya di tiap ujung malam selepas rebah
hingga tak sabar fajar merona tuk kembangkan kembali senyumnya
peri atau bidadarikah ia ?
tuturnya adalah kidung yang tepikan penat
mengusir kebencian, amarah dan dendam
'Atid dalam kekosongan, hanya berpangku di pundak kirinya
sementara Raqib gemulai tarikan jemari di pundak kanannya
peri atau bidadarikah ia ?
tangkup dua sayapnya takkan pernah patah tuk dekap tiap hati yang meradang
tumbuhkan secuil cinta-Nya tuk sembuhkan sakitnya
meminta pada Jibril tuk hembuskan aroma kerinduan kasih Illahi
pulihkan hati hingga bernafas dengan lafadz Asma-Nya
peri atau bidadarikah ia ?
kepada Ridhwan kan harus ku bertanya ?
relakah jannah melepaskannya ?
hingga tiba waktu ‘Izra-il dendangkan panggilan kembali...
kuyakin surga selalu rindukan hadirnya
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


