Peringatan Kongres Asia Afrika

  komentar


Peringatan Konferensi Asia Afrika tahun ini (ke-55) tidak dilaksanakan di Kota Bandung, tapi dipusatkan di Aljazair. Meski demikian, untuk acara seremonial, masing-masing negara KAA akan memperingatinya. "Tahun ini perayaan KAA akan diadakan di Aljazair dan delegasi negara-negara KAA diundang, termasuk Indonesia. Namun, masing-masing negara KAA akan memperingatinya. Kita juga akan memperingatinya," ungkap Kepala Museum KAA, Isman Pasha kepada wartawan saat jumpa pers di Museum KAA, Jln. Asia Afrika Bandung, Selasa (13/4).

Menurutnya, peringataan KAA tahun ini diawali dengan pengibaran 106 bendera negara peserta dan 1 bendera PBB di Gedung Merdeka yang akan dilakukan 321 anggota Pramuka dari Kwarcab Kota Bandung, Minggu (18/4). "Dilanjutkan dengan talk show Peran Publik dalam Pemaknaan Nilai-nilai KAA," katanya.

Selain itu, berbagai diskusi, seminar, kampanye, dan pameran juga akan digelar di Gedung Merdeka. Melalui kegiatan yang terbuka untuk publik ini, warga Bandung diharapkan merasa bangga dengan peristiwa sejarah yang terjadi di daerahnya.

Isman menegaskan, rangkaian kegiatan terbuka untuk umum bahkan kaum difabel (tunanetra) pun dapat ikut serta. Ia mengatakan, ke depannya Museum KAA akan menambah fasilitas yang diperuntukkan bagi kaum tunanetra.

"Fasilitas ini dapat dinikmati dengan cara story telling kepada anak-anak penyandang difabel oleh anak-anak seusianya yang normal. Sehingga mereka dapat mengetahui kondisi Museum KAA," ujar Isman.

Berbagai kegiatan yang digelar diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda untuk melestarikan semangat perdamaian dan nilai perjuangan KAA.

”Sasaran utama kami adalah generasi muda, agar generasi muda nantinya bisa lebih siap menghadapi tantangan global daripada generasi terdahulu,” katanya.

Sebanyak 30 komunitas di Bandung menyumbang kegiatan untuk memeriahkan peringatan Konferensi Asia Afrika ke-55 yang akan berlangsung dari Minggu (18/4/2010) sampai Sabtu (24/4/2010) mendatang. Mereka menawarkan diri mengisi kegiatan untuk peringatan KAA," tutur Isman. Dengan bagitu, sambung Isman, orang tidak akan menyangka kalau budget yang dikeluarkan untuk peringatan nanti minim. "Pasti dari luar mengira budgetnya tinggi padahal banyak yang nyumbang," ujarnya.

Selain itu ada pemutaran film KAA, seminar, dan kegiatan yang dibuat oleh masing-masing komunitas. Komunitas yang terlibat antara lain Asia Afrika Reading Club, Paguyuban Sapedah Baheula, Rotary Club, Klab Aleut, Komunitas Radio Antik dan lain-lain.

Peringatan KAA kali ini untuk meningkatkan diplomasi publik warga, bukan acara seremoni negara agar nilai-nilai konferensi Asia Afrika dimaknai masyarakat. "Bukan ditujukan untuk pejabat, tapi untuk pemahaman masyarakat terutama generasi muda," pungkas Isman.

 

sumber : galamedia, bandung.detik.com





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer