Penjara Hewan Dibalik Kata Budidaya

  komentar


Kebetulan kemarin malem saya mencoba pergi kepasar ikan di daerah tegalega Bandung. Belum lama ini, setelah kolam dibelakang rumah beres di renovasi, saya agak keranjingan ama ikan hias. Walaupun gak tau mau beli ikan hias apa, tapi saya nekat saja dateng ke pasar ikan malam itu. Pokoknya klo ngeliat ikan yang bagus, bakal langsung saya beli.

Di pasar ikan itu, kita bisa memilih ikan hias yang ada di kolam plastik atau ikan yang sudah dikemas dalam plastik kecil yang digantung di depan kios. Saya sendiri nggak nyangka, ternyata banyak sekali penggemar ikan hias di Bandung. Kebanyakan orang-orang yang saya temui dipasar itu, mereka membeli ikan untuk ditempatkan di aquarium. Berbeda dengan saya yang akan menempatkan ikan di kolam.

Ramainya pengunjung yang lalu lalang tidak begitu terasa karena saya teralihkan oleh cantiknya warna-warni ikan yang ada. Sayapun segera memfokuskan pada salah satu kios yang ada. Mulai bertanya-tanya nama-nama ikan yang dijajakan di kios tersebut. Tak lama kemudian, akhirnya saya telah memilih untuk membeli beberapa jenis ikan.

Dipertengahan perjalanan pulang, saya sempat berfikir dan merenungi tentang budidaya. Budidaya memang salah satu cara untuk menyelamatkan ikan-ikan langka atau ikan-ikan yang memang banyak dikonsumsi (Baik Makan atau Koleksi) oleh manusia agar terhindar dari kepunahan. Tetapi jika kita melihat ikan-ikan hias atau konsumsi yang diternakan, seolah-olah mereka itu disselamatkan untuk dipenjara kebebasannya. :). Klo ikan bisa bicara atau bertindak, mereka pasti mengingikan kebebasan agar anak cucunya bisa hidup bebas sebagaimana mestinya. Tapi kenyataan berkata lain. Mereka diselamatkan manusia untuk dijadikan santapan, koleksi atau piaraan anak kecil yang sering lupa memberi makan.

Yah itu cuma sebuah pemikiran saja yang terbesit malam itu. Klo berfikir secara manusiawi, kasihan ikan-ikan itu ya... setiap generasi dari mereka, tampak sudah memiliki garisan takdir yang jelas. Yaitu menjadi santapan, koleksi dan piaraan. Makanya ikan nggak punya garis tangan ya.. tampaknya sudah tidak perlu diramal.. hiks.. just intermezzo saja..





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer