Jumpa Pers Kapolri Tentang Penangkapan Teroris

  komentar


POLISI memburu Abdullah Sunata. Pria asal Jakarta yang malang-melintang dalam konflik Poso dan Ambon ini dituding merencanakan pembunuhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2010. Mereka akan menyerang dan membunuh pejabat negara yang sedang mengikuti upacara di Istana Negara, kata Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri kemarin.

Menurut Bambang, setelah aksi itu, para teroris akan mengumumkan berdirinya negara Islam dan menegaskan kembali Al-Qaidah Indonesia di Aceh. Sebelum 17 Agustus? Polisi mengatakan, telah disiapkan pula penyambutan untuk Presiden Amerika Barack Obama jika berkunjung ke Indonesia.

Di bawah kendali Sunata, kata Bambang, pola serangan terorisme berubah. Dari bom bunuh diri dengan korban acak dan massal menjadi penembakan dengan target khusus. Ia ingin meniru model perang kota seperti di Mumbai, India. Untuk Itu, dana Rp 1 miliar sudah disiapkan. "Uang terdiri atas dolar dan ringgit," kata Kepala Polri.

Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengatakan, kelompok teroris yang berlatih di Pengunungan Jalin Jantho, di Aceh Besar, akan melakukan aksi teror di Aceh jika Presiden Amerika Serikat Barack Obama datang pada Maret 2010 lalu.

"Jika aktivitas latihan militer di Aceh tidak ketahuan, mereka akan meledakan tempat-tempat komunitas asing di Aceh," ucap Kapolri di Mabes Polri, Jumat (14/5/2010).

Kapolri menjelaskan, peledakan itu untuk mengalihkan perhatian dunia dari kunjungan Obama di Jakarta. Seperti diketahui, Obama batal mengunjungi Indonesia karena mengupayakan pengesahan rancangan undang-undang Kesehatan. Kunjungan ditunda hingga Juni mendatang.

Kapolri mengatakan, kelompok teroris yang sama akan melakukan aksi saat upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus 2010. Mereka juga akan menyerang lokasi-lokasi di wilayah Jawa yang banyak dihadiri warga negara asing seperti hotel. "Mereka meniru serangan di Mumbai India," jelas dia.

Kelompok teroris yang diperangi Detasemen Khusus 88 Anti Teror diketahui meniru model aksi penyerangan teroris Mumbai di India. Model aksi penyerangan itu berupa penyerangan terhadap warga negara asing di dalam negara.

"Mereka akan menyerbu hotel dengan komunitas tertentu seperti yang dilakukan di Mumbai," kata Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/5/2010).

Kapolri juga mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh Densus dari para pelaku teror dalam operasi penindakan terhadap mereka, para teroris akan melancarkan serangan terhadap warga asing dan kantor Unicef di Aceh.

"Mereka akan melakukan aksi assasination di Aceh dengan sasaran LSM asing, dan akan diambil dengan kekerasan oleh mereka, termasuk pada pos-pos Polri dan TNI di garis terdepan. Ini rencana yang akan dilakukan oleh mereka," terangnya.

Untuk di Pulau Jawa dan Jakarta, teroris juga akan melakukan penyerangan terhadap warga asing dengan menyerang hotel tertentu. "Warga asing, khususnya Amerika," kata Kapolri.

 

sumber : koran tempo, kompas.com

sumber gambar : KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer