Israel Teruskan Pembangunan Yerusalem Timur
komentar
YERUSALEM - Ajudan dari Perdana Menteri (PM) Israel menyatakan jika pemerintahannya secara resmi menolak permintaan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, yang menginginkan penghentian pembangunan pemukiman di Yerusalem Timur.
Menurut keterangan dari ajudan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Pemerintah Israel telah mengirimkan tanggapan resmi kepada Presiden Obama mengenai pembangunan pemukiman tersebut. Tanggapan ini dikeluarkan ditengah jadwal kedatangan utusan khusus Presiden Obama untuk urusan Timur Tengah, George Mitchell. Demikian dilansir Associated Press, Kamis (22/4/2010).
Pihak Washington sendiri sempat menunda keberangkatan Mitchell untuk menunggu tanggapan dari Israel. Mitchell datang ke Timur Tengah guna mengusahakan Israel dan Palestina untuk kembali ke meja perundingan.
Namun dengan adanya tanggapan negatif dari PM Netanyahu atas permintaan Presiden Obama tadi, dipastikan proses perdamaian kemungkinan besar terhenti. Tanggapan ini sendiri sifatnya rahasia antara Netanyahu dan Obama sendiri.
Atas penolakan penghentian rencana pembangunan pemukiman warga Yahudi di Yerusalem Timur, Pemerintah Israel tidak memberikan informasi apakah para pemimpin Israel memberikan konsensus lain kepada Palestina untuk kembali ke meja perundingan.
Israel dan Palestina sebenarnya dijadwalkan untuk memulai perundingan damai yang di mediasi oleh AS bulan lalu. Tetapi pengumuman Israel untuk membangun 1.600 pemukiman di wilayah Yerusalem Timur, menyebabkan perundingan perdamaian tertunda. Palestina mengklaim jika Yerusalem Timur merupakan daerah yang akan dijadikan Ibu Kota negara mereka.
Negosiator Palestina Saeb Erakat menyebut PM Netanyahu dalam posisi tidak beruntung dan mengharapkan AS mampu meyakinkan Pemerintah Israel untuk memberi peluang untuk sebuah perdamaian, dengan menunda pembangunan pemukiman di Yerusalem Timur.
Terhambatnya proses perdamaian di Timur Tengah sepertinya sudah mempengaruhi Presiden Obama. Pekan lalu secara mengejutkan Presiden AS ke-44 tersebut mengeluarkan pernyataan pesimistis atas proses perdamaian di Timur Tengah.
Menurutnya, Pemerintah AS tidak dapat memaksakan perdamaian kepada Palestina dan Israel jika keduanya memang tidak tertarik untuk berkompromi menyelesaikan konflik yang sudah berumur puluhan tahun.(faj)
sumber http://international.okezone.com/read..
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


