Dollar Turun?Petani Coklat Merugi?

  komentar


Ternyata turunnya nilai dollar terhadap rupiah berdampak buruk pada para petani coklat.
Para Petani coklat kini hanya mampu menjual dengan harga tertinggi Rp 12.000/Kg, berbeda ketika nilai $1 mencapai Rp 12.000, harga jual coklat mencapai Rp 18.000 hingga Rp 25.000. Karena coklat termasuk komoditi ekspor, maka dollar mempunyai pengaruh yang sangat kuat.

Di saat nilai dollar naik, sudah tentu para eksportir mendapatkan keuntungan yang sangat besar, sehingga mereka mampu membeli coklat dengan harga tinggi dari para petani. Namun disaat rupiah menguat, para eksportir tidak mendapatkan keuntungan yang maksimal, dan mereka mematok harga jual bagi para petani dengan harga maksimal Rp 12.000/Kg.

“Dari pada tidak laku dan kemudian busuk, lebih baik saya jual” celoteh salah seorang petani dalam seminar komoditi ekspor.

Begitu juga dengan para pengrajin rotan, kayu jati dan mebel, beberapa bulan yang lalu ketika nilai tukar dollar berkisar Rp 10.000, para pengusaha pengrajin masih mampu memberikan gaji di atas UMR dan bonus pada para pekerjanya. Namun ketika dollar turun hingga Rp 8.990 seperti sekarang ini, mereka sudah tidak mampu lagi memberikan bonus.

“Jangankan bonus, untuk membayar gaji pekerja setiap bulan saja saya sudah kewalahan, dan saya menggunakan hasil keuntungan tahun lalu untuk membayar gaji para pekerja saya, tapi itu bagi para pengusaha yang masih mempunyai sedikit simpanan atau tabungan seperti saya, bila tidak ? Lantas bagaimana solusinya ? Ongkos produksi dan nilai jual tidak sebanding” teriak salah seorang pengusaha pengrajin rotan.

Berbeda dengan pengusaha importir elektronik dan kendaraan bermotor, mereka bisa menjual hingga harga yang terendah.
“Agar terjangkau oleh masyarakat” celetuk salah seorang pengusaha importir.

Memang, dengan turunnya nilai dollar mempunyai efek yang sangat beragam, ada yang merasa rugi dan ada yang di untungkan. Namun pertanyaannya adalah, sejauh mana efek dari nilai tukar dollar terhadap rupiah bagi diri anda ?
Apakah anda merasa rugi atau merasa untung ?

sumber http://www.kompasiana.com





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer