Inggris Akan Atur Perbankan Secara Ketat

  komentar

Ilustrasi. Foto: Koran SI

LONDON - Menteri Perekonomian Inggris yang baru memperingatkan industri perbankan tidak akan kembali ke status quo, dan perbankan akan diatur secara ketat di mana pemberian bonus akan dibatasi secara ketat.

Vince Cable, anggota veteran dari Demokrat Liberal yang juga mitra koalisi dari Perdana Menteri David Cameron mengatakan, perekonomian Inggris siap untuk melakukan restrukturisasi di sektor perbankan.

"Kita tidak akan kembali berbisnis seperti biasa," jelasnya, seperti dilansir dari AFP, Minggu (16/5/2010).

Sektor perbankan akan disiplin dalam beroperasi, menerapkan peraturan, dan akan ada restrukturisasi. Dia pun bersikeras keputusan pemerintah untuk mengatur bank-bank besar akan memberikan perubahan nyata, walaupun akan berisiko terhadap investasi bahkan tidak mendapat dukungan global.

"Kita tidak bisa menutup kemungkinan bahwa terkadang, tindakan sepihak mungkin memang dibutuhkan," lanjutnya.

Bagi seorang mantan direktur perusahaan minyak raksasa Shell ini, dia telah lama berpendapat untuk mengatur perbankan nasional akan tetapi selalu ditolak oleh Menteri Keuangan Britania yang juga anggota Partai Konservatif George Osborne yang lebih bertindak secara hati-hati. Demokrat Liberal mengajak Osborne agar sependapat dengan mereka untuk mengontrol perbankan dengan lebih ketat.

Dalam suatu wawancara dengan The Guardian, Cable Osborn mengatakan, dia dan Osborne telah bersepakat untuk menindak tegas perbankan dan menyetop pemberian bonus besar.

"Asumsi yang mendasari pemikiran ini adalah bahwa harus ada restrukturisasi dalam sistem perbankan agar membuat sistem lebih aman," jelasnya.

Pemberian bonus besar, lanjutnya, tidak dapat diterima. Pemerintah baru akan menghentikan dan mengatur hal tersebut untuk mengurangi risiko. Saat ditanya kenapa partainya dapat berkoalisi dengan pesaing abadinya tersebut, Cable mengatakan bila pihaknya harus bekerja sama dengan menggunakan kepala bukan hati.

Seperti diketahui, partai Konservatif dan  dan partai Liberal Demokrat membentuk pemerintahan koalisi Britania pertama sejak Perang Dunia ke II setelah pada pemilu 6 Mei lalu gagal menghasilkan pemenang yang jelas.
(ade)

sumber http://economy.okezone.com/read/2010/05/15/213/332962/inggris-akan-atur-perbankan-secara-ketat





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer