Tim Uber dan Thomas Prioritas Kebersamaan

  komentar


Tim Piala Thomas & Uber Indonesia tak lagi membicarakan masalah teknis. Mereka lebih cenderung memanfaatkan sisa waktu selama dua pekan dengan mengeratkan sikap kebersamaan antarpemain sebelum ke Malaysia, Jumat (7/5/2010).

Wakil Indonesia di turnamen beregu itu wajib memupuk tali keharmonisan antarpemain. Sebab, mereka membutuhkan itu jika ingin kembali membawa pulang gelar yang selama enam tahun terakhir bermukim di China.

Manajer Tim Piala Thomas Indonesia Jacob Rusdianto mengatakan, pihaknya tak lagi membahas mengenai kepelatihan seperti stamina hingga teknik bermain. Tim pelatih lebih cenderung memupuk keharmonisan antarpemain yang diharapkan kembali membawa kejayaan bulu tangkis Indonesia di Negeri Jiran, 9-16 Mei mendatang.

“Kami tak lagi meningkatkan stamina atau lainnya. Pemain lebih diprioritaskan menjalin hubungan lebih erat antarsesama untuk saling bahu-membahu di kejuaraan tersebut,” pungkasnya, Minggu (25/4/2010).

Karena itu, pihaknya sengaja mengirim sepuluh pemain tim Thomas Indonesia ke Solo. Mereka diharapkan akan lebih kompak dalam bermain, khususnya di sektor ganda sepulang dari Kota Batik tersebut.

Jacob ingin realistis mengingat waktu tersisa selama dua pekan tak logis jika masih menggeber stamina. Pihaknya lebih mementingkan menjaga peak performa pemain dengan strategi menjaga keharmonisan mereka.

Strategi menjaga keharmonisan mereka pun bermacam-macam, tapi lebih banyak dengan game yang sering dilakukan pemain untuk menjaga peak performa mereka tetap terjaga. “Game pasti dilakukan mereka setiap hari. Latihan melalui game akan membawa mereka lebih santai, tapi juga berguna untuk menjaga kualitas mereka tetap eksis,” pungkasnya.

Hubungan antarpemain memang diperlukan Taufik Hidayat dkk, apalagi mereka akan tampil di kejuaraan beregu. Kondisi itu membuat mereka harus mengikis sikap individualisme yang kerap ada jika mereka tampil di turnamen seperti grand prix hingga super series.

Markis Kido menambahkan Piala Thomas & Uber memang menuntut pemain lebih percaya terhadap sesama. Sebab, kejuaraan itu begitu terkait antara satu pemain dengan pemain lainnya. “Beda dengan super series yang lebih bersifat individu meski sama-sama membela Indonesia. Di Piala Thomas, saling ketergantungan antarpemain begitu tinggi. Tapi, kami berharap seluruh pemain akan memberikan penampilan terbaik,” cetus Markis. Markis berjanji akan memberikan yang terbaik bersama pasangannya Hendra Setiawan meski tak lagi berada di pelatnas. Sebab, baik pemain pelatnas maupun nonpelatnas, semuanya pasti akan melakukan yang terbaik untuk Merah Putih.(Edi Yulianto/Koran SI/msy)

sumber http://sports.okezone.com/read...





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer