Renungan (part 1)

  komentar


Kehidupan di muka bumi ini sudah sarat dengan hal-hal yang membuat diri manusia lupa. Manusia sudah lupa dengan hal-hal yang manusia perbuat sendiri. Manusia juga sudah banyak yang lupa dengan apa yang telah dituntunkan oleh Rasul-Nya. Bahkan sudah banyak manusia yang lupa dengan kehidupan yang hanya sementara ini, padahal dibalik kehidupan yang fana ini ada kehidupan yang kekal dan abadi nantinya. Disana ada kehidupan yang penuh bahagia, disana pula ada kehidupan yang penuh derita tiada akhir.

Manusia hidup di dunia ini memang harus dan wajib mencari sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Kebutuhan untuk sandang, kebutuhan untuk makan, dan tidak kalah penting adalah kebutuhan untuk rohaninya, demi untuk ketenangan jiwa dan raga tentunya.

Dunia itu tempat manusia untuk berusaha, bukan tempat untuk bermalas-malas. Manusia yang selalu berusaha dan berusaha pasti mendatangkan hasil sesuai dengan yang diusahakan. Demikian juga dengan manusia yang bermalas-malas pasti akan mendapatkan hasil sesuai dengan malas itu sendiri. Usaha yang dilakukan manusia itu tentunya harus mengikuti aturan yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, bukan yang lain.

Kita bisa melihat dalam kehidupan sehari-hari, ada yang hidup dengan penuh kemewahan, ada hidup dengan kesederhanaan, ada yang hidup dengan penuh kekurangan, ada yang hidup hanya minta suatu belas kasihan saja, ada juga yang hidup hanya dengan mendapatkan sesuatu milik orang lain (mencuri, merampok). Inilah gambaran sesuatu yang diusahakan oleh manusia dalam mengarungi kehidupan fana ini.

Manusia dengan Kodrat-Nya sudah diberi akal, nafsu, dan segala pendukungnya untuk hidup di dunia ini. Hidup untuk mengarungi kehidupan dengan berbagai permasalahan disekelilingnya. Memanglah dunia itu merupakan tempat dari berbagai masalah, dan dunia itu diciptakan hanyalah sebagai tempat permaian oleh-Nya. Siapa yang dapat menyelesaikan suatu permainan yang sudah diatur oleh-Nya akan mendapatkan tempat yang sesuai atau yang dikehendaki oleh manusia itu. Tetapi sebaliknya, jika gagal atau tidak dapat mengikuti aturan permainan yang sudah ditetapkan oleh-Nya, sudah pasti akan mendapatkan tempat yang sangat pedih nantinya.

Renungkanlah wahai saudara-saudaraku... Pernahkah terlintas pikiran seperti ini ?

Selanjutnya, dapat juga baca artikel dibawah ini, silahkan Klik :

Kunjungi juga : silahkan Klik Dunia Refraksi dan Artikel Kami

Sumber : Renungan sendiri





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer