Review : Affair
komentar
Directed by NAYATO FIO NUALA written by VIA WESTI cast SIGI WIMALA, DIMAZ ADITYA, GARNETA HARUNI, MONIQUE HENRY released in 2010
Sungguh terlalu amat sangat jelek sekali untuk ditonton. Film ini sudah menghina otak, perasaan, mata, dan telinga manusia yang menontonnya. Alasannya adalah karena sang sutradara, Nayato Fio Nuala, tidak peduli akan plot, dialog, akting, setting, properti, kostum, make up, efek dan seluruh elemen dari sebuah shot. Itu berarti Nayato juga tidak peduli akan penonton. Sekarang, adakah alasan bagi kita, sebagai penonton, untuk menyaksikan sebuah film yang dibuat oleh orang yang tidak peduli akan karyanya sendiri? Perlukah kita terus datang menonton film-film yang diciptakan oleh orang yang tidak peduli kepada penontonnya? Jelas... TIDAK.
Saya tidak ingin bercapai-capai ria menulis sinopsisnya. Di www.21cineplex.com, ternyata sinopsis dari film ini sudah lengkap dari awal hingga ending cerita di situs tersebut. Itu bukanlah kesalahan dari pihak pemilik situs, melainkan memang begitulah yang diinginkan dari pihak yang memproduksi film.
Saya menonton film bersama orang tua dan kakak saya. Berikut ini komentar-komentar yang keluar dari mulut kami :
Saya : "Ini kenapa sih shot-nya diambil cepet-cepet begini jadi gak bisa nikmatin???"
Kakak : "Dubbing dialognya jelek banget."
Mama : "Ceritanya terlalu dipaksakan. Kenapa orang tua anak-anak muda ini gak ada semua? Masa pada di luar negeri semua?"
Saya : "Musik scoring-nya gak berhenti-henti dari tadi. Ya ampun....malah ditambah ada lagu mellow sekarang...kayak ada pengaruhnya aja."
Kakak : "Make up buat bikin luka-lukanya gak bagus."
Papa : "Tadi Papa malah gak nonton. Ketiduran...."
Komentar di atas bisa saja saya lanjutkan terus, tapi saya rasa poin utamanya sudah tersampaikan dan itu sudah cukup.
Saya juga tidak akan berhenti pada sekedar menyalahkan Nayato untuk penghinaannya ini. Produser, penulis skenario, dan para aktor juga terlibat karena sma sekali tidak mengeluarkan kemampuan terbaik mereka untuk menyelamatkan film yang saya yakin mereka juga tahu betapa buruknya. Apa pun pujian yang keluar dari semua orang yang terlibat produksi, semua itu sungguh akan terasa palsu seperti layaknya komentar yang ada di poster film ini. Sama palsunya juga dengan komentar salah satu aktris dalam film "Final Destination 4" yang berkata bahwa film tersebut membuat Ia menelpon kedua orang tuanya dan meminta maaf akan segala kesalahannya.
Beberapa sutradara ada yang pernah menyatakan bahwa film yang sudah mereka release sepertinya akan menjadi film buruk, meskipun mereka sudah berusaha sebaik mungkin. Stanley Kubrick pernah menyatakan hal yang sama pada saat setelah me-release film "Eyes Wide Shut". Namun, Nayato sudah berkali-kali menghasilkan film yang saya lihat mendapatkan respon yang buruk dari penonton. Lalu, mengapa tidak ada pembelajaran sama sekali? Sebegitu tinggikah keyakinannya akan kualitas dari film-filmnya? Apakah uang yang menjadi alasannya tetap melakukan hal ini?
Film seperti "Affair" menjadi satu dari sekian alasan kenapa dibutuhkan kritikus film dan review film yang jujur. Kedua hal itu ada sehingga masyarakat bisa mendapatkan pertimbangan dalam menghabiskan uang untuk menonton film. Selain itu, para filmmaker dan orang-orang yang terlibat dengan industri perfilman juga akan mengetahui bagaimana respon yang jujur dari orang-orang yang peduli akan film.
Untuk Nayato, mohon hormati penonton Anda. Untuk filmmaker lainnya, masihkah Anda semua ingin mendengar pendapat seperti :
Teman Saya : "Gw gak akan mau nonton film horror Indonesia, meskipun banyak yang bilang film itu bagus."
(Diambil dari http://labirinfilm.blogspot.com)
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


