Riba Membuat Sengsara (part 2)

  komentar


Kredit = Riba

Praktek kredit sekarang ini sebenarnya sangat mirip dengan praktek riba pada masa jahiliyah. Hanya yang membedakan pada riba jahiliyah bunga akan dikenakan ketika si peminjam tidak dapat melunasi hutang pada waktu yang sudah ditentukan. Sehingga, bunga dianggap sebagai biaya penambahan waktu pembayaran. Sedangkan pada praktek kredit sekarang, bunga ditetapkan sejak pertama kali dana dipinjam. Sehingga banyak ulama yang mengatakan bahwa praktek kredit yang terjadi sekarang ini lebih zalim dibandingkan dengan riba pada masa jahiliyah.

Mungkin ada yang berpikir dan beranggapan, " Ah...yang zalim kan si pemberi hutang (yang mengambil riba), kita-kita ini yang jadi penghutang (sebagai pihak yang dirugikan) kan tidak berdosa". Pandanga yang seperti ini sepenuhnya adalah salah. Perlu ditegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam transaksi riba akan mendapatkan dosanya. Hal ini ditegaskan dalam suatu hadis bahwa : Rasulullah saw. melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberikannya, penulisnya dan kedua saksinya, dan beliau berkata, mereka semua adalah sama. (HR.Muslim)

Dampak Riba

Masalah yang timbul akibat riba bukan hanya merugikan si penghutang saja. Namun riba juga menimbulkan konflik (dicontohkan pada : Riba Membuat Sengsara part 1), dan menghilangkan ukhuwah (rasa persaudaraan) dikalangan manusia. Sistem riba mendorong manusia untuk melakukan kezaliman atas yang lain, hanya berdiam diri tanpa usaha apapun, tetapi mengeruk keuntungan dari piutang yang berkembang.

Ambruknya perekonomian di Amerika Serikat akibat kredit macet perumahan rakyat, krisis yang menimpa Yunani, hingga kasus di negeri kita seperti Bank Century, menunjukkan bahwa merajalelanya riba bahkan berdampak buruk pada seluruh negeri.

Dikatakan oleh Rasulullah saw : "Apabila telah tampak perzinaan dan riba di suatu negeri, maka mereka berarti telah menghalalkan adzab Allah untuk diri mereka". (HR.Ath-Thabarani dan Al-Hakim, dari sahabat Abdullah bin Abbas RA, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ghayatul Mahram)

Sedemikian mengerikannya dampak dari riba dalam kehidupan manusia sehingga riba dikategorikan sebagai dosa besar.

Dikatakan oleh Rasulullah saw. "Riba itu tujuh puluh tiga pintu, dan pintu yang paling ringan dari riba adalah seperti lelaki yang berzina dengan ibu kandungnya sendiri". (HR.Hakim, Ibnu Majah dan Baihaqi dari sahabat Abdullah bin Mas'ud RA dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab Shahih Al Jami')

Selanjutnya jangan ditinggalkan, baca yang berikut ini :

Dan baca juga yang dibawah ini :

Dan ada baiknya kunjungi juga berikut ini, silahkan Klik di Kumpulan Artikel

Sumber : Tashfiyah edisi 5 vol 1





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer