Menciptakan Budaya Keluarga Yang Positif

  komentar

Ibarat kapas yang tertiup angin, pola sikap anak kita cenderung dipengaruhi oleh arah angin yang berhembus dan membawanya keliling ditengah-tengah kehidupan mereka. Memang, anak merupakan makhluk baru yang butuh diisi akalnya, karenanya wajar jika mereka selalu mencari segala  hal yang mereka anggap perlu dalam rangka untuk pemenuhan atas proses pencarian jatidiri mereka.

Sebagai orang tua, kita harus bijak dalam menyikapi sikap dan tuntutan alamiah yang ada pada anak-anak kita. Proses mengenal terhadap lingkungan dan pendalaman dalam bersosialisasi ini harus diarahkan dengan benar. Tuntutan tersebut tidak mungkin bisa dihentikan atau dihambat, karena pada dasarnya mereka sedang berusaha untuk diakui eksistensi dirinya.

Keluarga, sebagai tempat pertama dan utama bagi anak dalam memulai proses belajar bersosialisasi ini sebisa mungkin  dikondisikan untuk mampu membentuk karakter dan kepribadian yang positif pada diri anak. Perlu diperhatikan bahwa orang tua adalah tauladan yang pertama bagi anak. Maka, tugas kita adalah senantiasa menciptakan budaya-budaya yang positif dalam keluarga kita.

Pertama, Ciptakan budaya disiplin waktu,

Bisa dilakukan dengan cara gemar memanfaatkan peluang dan kesempatan dengan senantiasa menghormati waktu dengan hal-hal yang berguna. Gunakan waktu untuk 5 hal : belajar , ibadah, bekerja, istirahat/refreshing dan menjalin silaturrahmi.

Kedua, Ciptakan budaya rapi,

budaya ini mampu membentuk sikap disiplin pada anak. Biasakan pada mereka untuk menata dan mengembalikan seluruh barang mereka pada tempat yang telah diatur dan ditata rapi. Ajaklah mereka untuk senantiasa merapikan kembali barang mereka seusai beraktivitas.

Ketiga, Ciptakan budaya saling menghargai

Suasanakan keluarga untuk saling menghormati. Istri menghormati suami, teman, keluarga dan anak-anaknya. suami menghormati istri, teman , keluarga, tetangga dan anak-anaknya. Anak menghormat kedua orangtuanya, temannya dan seluruh keluarganya.

Keempat, ciptakan budaya hemat dan tidak boros

hemat diartikan dengan membelanjakan harta sesuai dengan kebutuhannya, dan tidak berlebihan

Kelima, ciptakan budaya empati

sikap saling memberi kepada keluarga , tetangga dan teman harus senantiasa dipupuk dilingkungan keluarga, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang bisa berempati kepada orang lain.

 





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer