Alzheimer : Penyakit Kehilangan Memori

  komentar


Alzheimer merupakan sejenis penyakit pelupa, terjadi karena penuaan sel saraf pada otak dan pengecilan otak manusia. Alzheimer bukan merupakan penyakit menular. Bisanya terjadi pada orang lanjut usia, selain itu bisa terjadi karena faktor keturunan.  Bila salah satu anggota keluarga menderita Alzheimer, ada kemungkinan anak cucunya menderita penyakit yang sama.

Ada 10 macam tanda peringatan dan perbndingan dengan kondisi normal sebagai diagnosis awal penyakit Alzheimer, yaitu

  1. Hilang ingatan. Melupakan informasi yang baru saja diperoleh.  Pada kondisi normal, sesekali lupa akan nama orang atau janji.
  2. Kesulitan melakukan pekerjaan sederhana. Penderita Alzheimer sering kesulitan merencanakan atau menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Pada kondisi normal, penderita sesekali lupa yang akan kita lakukan atau yang dikatakan.
  3. Kesulitan bicara. Penderita Alzheimer sering lupa dengan kata-kata sederhana, sulit berbicara atau menulis. Contohnya: menginginkan “pasta gigi” yang diucapakan adalah “ benda yang digunakan untuk gosok gigi”. Pada kondisi normal, sesekali penderita sulit menemukan kata yang tepat untuk suatu hal.
  4. Disoreintasi tempat dan waktu. Penderita Alzheimer mudah tersesat pada lingkunganya sendiri, lupa mereka ada dimana, bagaimana sampai disana, atau bagaimana cara kembali ke rumah. Pada kondisi normal, lupa kapan waktu melakukan pekerjaan di masa lalu dan nama tempat
  5. Penurunan penilaian akan suatu hal (poor judgment).  Contohnya penderita Alzheimer menggunakan baju tebal di musim panas atau sebaliknya. Pada kondisi normal, penderita kesulitan memutuskan suatu masalah akan terus mempertanyakan pertanyaan yang belum terjawab.
  6. Kesulitan berfikir abstrak. Penderita Alzheimer dapat mengalami kesulitan yang tidak biasa dalam melakukan kegiatan mental yang kompleks, seperti lupa deretan angka yang ada di depannya untuk apa dan bagaimana menggunakannya. Pada kondisi normal, penderita terkadang kesulitan menyeimbangkan catatankeuangan.
  7. Menaruh benda di tempat yang salah. Penderita Alzheimer dapat memiliki kebiasaan  meletakaan sesuatu benda di tempat yang tidak seharusnya. Seperti memasukan setrikaan ke kulkas atau jam tanggan ke magkuk. Pada kondisi normal penderita sering lupa menaruh kunci dan dompet.
  8. Perubahan mood dan perilaku. Penderita Alzheimer memiliki perubahan mood yang cepat, seperti diam menjadi sedih lalu marah tanpa alasan yang jelas. Pada kondisi yang normal, penderita sewaktu-waktu merasa sedih atau moody.
  9. Perubahan sifat.  Perubahan sifat pada penderita Alzheimer terjadi secara dramatis. Mereka dapat menjadi mudah bingung, curiga, ketakutan atau sering bergantung kepada keluarga. Pada kondisi normal, sifat seseorang berubah seiring dengan bertambahnya usia.
  10. Kehilangan inisiatif. Penderita Alzheimer bisa sangat pasif, seperti menonton TV bejam-jam tanpa henti, jam tidur panjang melebihi orang normal, atau tidak ada keinginan  melakukan kegiatan yang biasa dilakukan misalnya mandi. Pada kondisi normal penderita malas melakukan pekerjaan atau sosialisasi.

 

Tips yang bisa dilakukan jika memiliki anggota keluarga yang menderita Alzheimer:

1.      Buatlah catatan kecil untuk membantunya mengingat. Catan bisa berupa jadwal kegiatan, daftar nomer telepon penting atau cara menelepon

2.      Ciptakan suasana yang menyenangkan. Hindari suasana yang gaduh, kerumunan orang atau suasana yang buru-buru.

3.      Hindari pasien untuk menginggat sesuatu atau melakukan hal yang sulit.  Hal ini akan menyebabkan pasien menjadi cemas dan memperburuk keadaannya.

4.      Usahakan untuk berkomunikasi lebih sering. Komunikasi bukan hanya dengan bicara, namun juga dengan menyentuh tangan atau bahunya untuk membantu pasien memusatkan perhatianya.

5.      Ritual pada malam hari. Perilaku pasien Alzheimer biasanya memburuk pada malam hari. Oleh karena itu buatlah suasana tidur yang tenang dan nyaman.  Kecilkan suara TV dan hindarkan suara yang keras. Biarkan lampu tetap menyala umtuk mencegah disoreintasi.

6.      Buatlah lingkungan yanga aman. Sebaiknya, kamar pasien di letakan di lantai dasar untuk  menghindari terjatuh. Jauhkan dari benda tajam da zat-zat berbahaya.

7.      Ajak pasien jalan-jalan pada siang hari. Salah salah satu gejala pasien Alzheimer adalah sering “keluyuran”, alasnya biasanya sepele, seperti mereka lupa jalan ke kamar mandi. Dengan mengajak mereka jalan-jalan dapat mengurangi gejala tersebut

 

Cara mencegah penyakit  Alzheimer:

1.      Bergaya hidup sehat. Misalnya rutin berolah raga, tidak mengkonsumsi rokok atau alkohol.

2.      Konsumsi sayur dan buah. Hal ini penting karena sayur dan buah mengandung antioksidan yang berfungsi mengikat radikal bebas yang merusak sel tubuh.

3.      Menjaga kesehatan mental (mental fitness). Caranya dengan tetap aktif membaca dan memperkaya diri dengan pengetahuan.

4.      Kopi.  Konsumsi kopi dapat membantu menunda perkembangan penyakit. Kafein dalam kopi dengan mudah memasuki otak dan mempengaruhi penyakit Alzheimer. Kafein dapat menjadi “perawatan” bagi penderita Alzheimer, namun bukan sebagai perlindungan

5.      Bumbu kare: kunyit. Kunyit meng andung kurkumin yang dapat menurunkan resiko serangan penyakit Alzheimer. Namun tidak boleh berlebihan di berikan pada manula karena dapat menimbulkan sakit perut.

 

Sumber:  Smart, A. 2010. Sehat dan Awet Muda dengan Metode Tradisional. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Groub

 





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer