Saran Bijak untuk Sukses dalam Wawancara Kerja
komentar
“ mendapatkan pekerjaan yang anda impikan bisa diibaratkan seperi menang lotre”
-Jerry Price
Tahapan wawancara kerja adalah hal yang sangat menentukan diterima atau tidaknya calon karyawan tersebut pada tahapan yang dituju, diluar prestasi di luar curriculum vitae. Pada tahapan ini perusahaan akan menc ari tahu potensi calon karyawan melalui cara berbicara, bersikap, berpakaian dan kecermatan memberikan jawaban. Berikut ini adalah saran-saran yang dapat anda terapkan agar sukses dalam wawancara kerja, selamat mencoba.
1. Mengukur kemampuan anda sesuaikan dengan posisi yang anda tuju
Wawancara kerja dapat diibaratkan dengan audisi sebuah peran. Anda harus tahu tema dari peran tersebut. Apakah anda sudah memenuhi syarat minimum yang diinginkan perusahaan? Untuk mempelajari peran ini, buat uraian besar alasan anda mengingginkan posisi tersebut, apasaja yang telah anda siapkan, alasan apa perusahaan harus menerima anda dan cari tahu kelebihan-kelebihan yang anda punya. Catat dalam secarik kertas. Kenali diri anda, jadi diri sendiri dan jangan mengkloning dari orang lain.
2. Mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan yang anda tuju dan bandingkan dengan perusahaan yang sejenis.
Sebelum anda mengikuti wawancara kerja, sebaiknya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan yang dituju. Anda dapat mencari lewat website, brosur atau bertanya kepada orang yang anda kenal pernah bekerja di perusahaan itu. Hal ini bukan hannya untuk meyakinkan anda tentang kestabilan perusahaan tersebut, tetapi juga menjadi bahan bagi anda untuk mencari bahan untuk menjawab pertanyan pewawancara mengenai bidang perusahaan tersebut.
3. Berlatihlah
Beberapa hari sebelum wawancara keja, cobalah untuk berllatih berbicara di depan cermin dan menggunakan alat perekam, mintalah seseorang untuk menilai. Amati ekspresi wajah anda sudah tepat atau belum. Putar kembali alat perekam, apakah ada kata yang anda utarakan sudah baik? . latihan ini berguna untuk menguragi demam panggung dan untuk mengetahui sejauh mana persiapan anda. Siapkan pula jawaban bagi pertanyaan yang umum seperti:
- Tolong ceritakan tentang diri anda berkaitan dengan pekerjaan yang kami tawarkan?
- Mengapa anda tertarik dengan posisi ini?
- Apakah pengalaman anda sesuai pekerjaan yang kami tawarkan?
- Apakah yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah dalam situasi yang sulit?
- Apa kelemahan anda yang paling parah?
- Apakah anda dapat bekerjasama dalam sebuah tim?
- Apa rencana anda dalam tiga tahun mendatang?
4. Datang tepat waktu
Jangan sampai anda datang terlambat, keterlambatan menunjukan anda tidak bersifat profesional dan kurang berminat terhadap pekerjaan yang ditawarkan.
5. Pakailah busana yang sopan, bersih dan resmi
Meskipun anda melamar di perusahaan yang tidak resmi seperti production house atau cave. Sebaiknya anda tetap harus menggunakan busana resmi layaknya wawan kerja lain untuk menghormati pewawancara dan memberikan kesan yang baik.
6. Berjabat tanggan
Dalam wawancara sebaiknya dimulai dan diakhiri dengan berjabat tanggan. Jabat tangan adalah salah satu kesan pertama yang dinilai oleh pewawancara. Jabat tangan harus dilakukan dengan hangat, tidak basa-basi sebab akan memberikan kesan yang tidak baik.
7. Jaga Kontak mata
Ketika wawacara sedang berlangsung, jangan kehilangan kontak mata dengan pewawancara. Bila anda terlalu banyak merunduk atau melihat disekeliling ruangan pada saat wawancara., anda akan terlihat bosan dan tidak berminat pada pekerjaan yang ditawarkan.
8. Bersikap sopan
Bersikaplah sopan, percaya diri dan banyak tersenyum, serta tunjukan isyarat lain jika anda tertarik dan cocok pada jabatan tersebut.
9. Menutup wawancara
Jangan ulangi pernyataan sayat menutup wawancara. Utarakan hal-hal yang pokok yang belum tercakup dalam naskah tanpa menjadi membosankan, jelaskan pada pewawancara anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut, dan dengan kualifikasi saat ini anda berharap dapat dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut. Buat penutup yang baik. Tanyakan tahapan dari proses rekruitmen selanjutnya jika wawancara sudah selesai. Hal ini untuk memberikan kesan pada pewawancara bahwa anda siap menghadapi tahapan selanjutnya.
Setelah wawancara selesai ucapkan terimakasih kepada orang yang melakukan wawancara. Hal ini untuk memberikan kesan anda sopan dan menghargainorang lain.
Sumber:
Bob, C. 2001. Eat Strees for Breakfast, Enjoy The Rest of The Day. Code 3 Publishing: California.
Majalah kartini no 2088
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


