Waspadai Kanker Payudara pada Pria
komentar
Selama ini penyakit kanker payudara 98% menyerang kaum wanita. Padahal priapun memiliki kesempatan untuk terkena. Bahkan penyebaranya l ebih cepat dibandingkan pada wanita. Gejala awal kanker pada pria biasanya muncul pada usia 24-25 tahun. Normalnya tidak didapati masa kelenjar susu pada pria, pada keadaan tak normal dapat berkembang hingga 1,5 cm hingga 5 cm hal ini patut dicurigai. Setiap benjolan memang belum tentu kanker atau tumor, tetapi lebih baik jika selalu waspada memperhatikan perubahan yang terjadi di sekitar payudara. Terlebih lagi jika diraba tidak menimbulkan rasa sakit. Kebanyakan orang datang ke dokter setelah terasa sakit, merupakan kesalahan karena kanker sudah menyenyebar. Apabila benjolan terasa keras dan berbentuk seperti bakso, kentang, atau telur bisa dipastikan sebagai kanker ganas.
Sama halnya dengan kanker pada umumnya, stadium pada kanker payudara dibagi dalam 4 tahapan/stadium.
Stadium 1: ukuran kanker < 2cm, belum ada invasi ke kelenjar getah bening, sehingga kemungkinan untuk sembuh mencapai 85-100%
Stadium 2: ukuran kanker 2-5 cm, sudah ada invasi ke kelenjar getah bening, kemungkinan untuk sembuh 60-85%
Stadium 3: ukuran >5 cm sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain, di kulit bagian depan akan terlihat bercak-bercak dan dibagian tulang belakang sudah tidak ditemui oleh anak sembar. Prosentase kesembuhan 40-55%
Stadium 4: kanker sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh dan prosentase sembuh hanya 20%
Hingga kini penyebab kanker payudara pada pria belum diketahui, akan tetapi faktor keturunan ikut berperan ketika seseorang divonis menderita kanker. Gaya hidup dengan mengkonsumsi makanan berlemak lebih dianggap sebagai pemicunya. Lemak akan memacu peningkatan kadar ekstrogen dalam tubuh. Padahal kanker payudara pada pria sangat erat hubunganya dengan perubahan hormonal.
Untuk pencegahan dilakukan pemeriksaan payudara. Apabila terdapat gejala kanker biasanya dilakukan sitopatologi, yaitu pemeriksaan jaringan apakah ada perubahan struktural dan fungsional pada jaringan yang mengindikasikan adanya sel-sel kanker pada tubuh terutama pada payudara. Selain itu dilakukan pengaturan pola makan dan gaya hidup antara lain:
- Kurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi dan santan. Perbanyak konsumsi sayur , buah, dan biji-bijian seperti tempe yang mengandung isoflavon yang mampu menghambat perkembangan sel kanker payudara. Vitamin C sebagai antioksidan juga dipercaya dapat mencegah kanker.
- Kurangi gorengan, lebih baik mengkonsumsi makanan yang direbus
- Hindari minuman beralkohol, rokok dan bergadang. Usahakan olah raga secara rutin.
Sumber: Majalah kartini no 2088
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


