Sampah untuk bahan bangunan

  komentar


Pernahkah anda mendengar bahan bangunan, seperti batako, genteng, bata, atau baving? Tahukah anda apa bahan baku untuk membuat bahan bangunan tersebut? Pasti jawaban anda adalah pasir, atau yang belum tahu akan menjawab entahlah..bagi yang menjawab pasir, anda memang benar, tapi anda salah jika mengatakan hanya pasir serta campurannya saja yang bisa dijadikan bahan baku pembuat bahan bangunan seperti batako, genteng, bata atau baving. Masih ada satu bahan lain yang sering dianggap tidak berguna,dibuang ke sungai atau ke sembarang tempat,menyumbat sungai, selalu dijadikan penyebab utama banjir, dan menjadi penyebab pencemaran air. Anda bisa menebak apa bahan tersebut? Atau anda sudah tahu tetapi anda ragu menyebutkannya karena anda merasa tebakan anda pasti salah?

 

Adakah yang menjawab S.A.M.P.A.H=SAMPAH? Jika ada, anda benar. Wow..mungkin tiga huruf ini yang langsung anda ucapkan. Memang benar, sampah bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan bahan bangunan. Sampah yang notabene dikecam sebagai penyebab pencemar air, penyebab banjir, dan dibuang disembarang tempat karena dianggap tidak berguna, kini bisa anda manfaatkan untuk membuat bahan bangunan. Bahan bangunan yang memiliki nilai jual. apalagi di jaman sekarang, bahan bangunan semakin merangkak naik, sedangkan bahan baku semakin menipis. Sampah bisa dijadikan alternatif solusinya. Selain itu, juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan tambahan pendapatan.

 

Mungkin di pikiran anda masih ada pertanyaan, bagaimana mungkin sampah bisa dipakai sebagai bahan baku pembuatan bahan bangunan? Sampah yang baud an bagaimana pula ketahanannya? Ia , sampah bisa dipakai sebagai bahan baku bangunan, tidak berbau, dan tahan seperti layaknya bahan bangunan yang terbuat dari pasir. Untuk membuat bahan bangunan dari sampah, ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan. Berikut ini langkah-langkah secara garis besar yang dapat penulis berikan adlaah sebagai berikut.

  1. Mengumpulkan sampah-sampah organic dan anorganik yang tidak berbahaya, serta berangkal/puing-puing bangunan. [penulis rasa, hal ini sangat mudah dilakukan..hehehehe]
  2. Bakar sampah dan giling sampah yang telah dikumpulkan tersebut
  3. Tambahkan bahan anti-bau untuk menetralisir bau dari sampah, serta bahan anti bakteri agar membunuh kuman dan bibit penyakit.
  4. Seperti layaknya pembuatan bahan bangunan yang lain, tambahkan bahan-bahan tambahan lainnya seperti semen, dan bahan-bahan tambahan lain. Jadi hasil gilingan sampah ini bisa dianggap seperti pasir yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan bahan bangunan. Dan tidak lupa ditambahkan air untuk mencampurkan semua bahan.
  5. Setelah semua  bahan tercampur, makan bisa dilakukan pencetakan, baik dicetak berbentuk batako, baving, genteng, atau bata.

WOW..mudah bukan? Anda bisa mencobanya sendiri, atau anda berkeinginan mengembangkannya untuk kepentingan masyarakat? Sebenarnya informasi ini pertama kali saya ketahui ketika saya duduk di bangku sekolah menengah atas 4 tahun lalu. Waktu itu saya membaca sebuah buku tentang manfaat sampah [saya lupa pengarang dan judul bukunya,tetapi saya masih ingat dengan benar isi dari buku tersebut], dan sayapun kaget setelah membaca buku tersebut karena ternyata sampahpun dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan bangunan. Bahkan dalam buku tersebut disebutkan pula persentase dari bahan-bahan yang digunakan untuk membuah bahan bangunan dari sampah, beserta dengan alat-alat yang diperlukan. Selain itu, penulis buku tersebut juga telah meneliti kekuatan bahan bangunan dari sampah ini. Mudah-mudahan informasi yang saya sharing disini dapat bermanfaat bagi pembaca serta masyarakat. Besar harapan saya, sampah sebagai bahan baku pembuatan bahan bangunan dapat menjadi salah satu solusi penanganan sampah yang menjadi problema di kota-kota besar dan daerah banjir serta global warming.*sriut^^

 

sumber gambar: http://gambang.wordpress.com/2008/02/21/sampah-sisi-lain-jakarta/





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer