Sarapan dan Manajemen Berat Badan
komentarMeski sarapan sudah lama dihubungkan dengan diet yang sehat dan bernutrisi, namun melewatkan sarapan tampaknya seperti sebuah cara yang paling mudah untuk mengurangi kalori saat mencoba menurunkan berat badan.
Padahal, berbagai penelitian yang terus berkembang mengindikasikan bahwa sarapan itu adalah strategi tepat untuk sukses menurunkan berat badan.
Melewatkan Sarapan dan Obesitas
Mereka yang sarapan cenderung untuk lebih ramping dibanding mereka yang melewatkan sarapan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka yang melewatkan sarapan, akan berakhir dengan makan lebih banyak sepanjang hari, dibanding mereka yang tidak melewatkan sarapan. Dan hasilnya adalah berat badan yang bertambah.
Itu mungkin diakibatkan karena rasa lapar yang bisa mengarahkan mereka untuk makan berlebih, terutama makanan-makanan yang banyak mengandung lemak.
Karena itulah, sarapan mungkin bisa membantu mengontrol selera makan dan mengurangi peluang untuk makan berlebih sepanjang hari.
Sarapan dan Mempertahankan Penurunan Berat Badan
Sarapan mungkin juga bisa membantu menjaga berat badan agar tidak kembali naik.
Para peserta dari National Weight Control Registry (NWCR), sebuah database mengenai orang-orang yang berhasil menurunkan minimal 30 pound dan mempertahankannya selama 1 tahun atau lebih, melaporkan bahwa sarapan secara teratur adalah salah satu strategi kunci untuk mempertahankan berat badan yang sudah turun.
Dari 2.959 peserta yang disurvey melalui NWCR, 78% diantaranya selalu sarapan setiap hari, dan hanya 4% yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah sarapan.
Para peneliti menyimpulkan bahwa sarapan mungkin bisa mengurangi rasa lapar disiang hari, juga menyediakan nutrisi kunci yang mungkin meningkatkan aktivitas fisik, yang juga merupakan strategi penting lainnya untuk mempertahankan penurunan berat badan.
Jenis-jenis Sarapan
Jenis sarapan dan pengaruhnya terhadap manajemen berat badan adalah bidang aktif dari penelitian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sarapan dengan sereal itu dihubungkan dengan body mass index (BMI) yang lebih rendah dan diet yang lebih berkualitas dibanding sarapan dengan makanan lain.
Sebagian besar relawan yang tergabung dalam NWCR makan sereal dan buah untuk sarapan. Namun, salah satu penelitian menunjukkan bahwa relawan yang mengkonsumsi sarapan yang tinggi protein merasa lebih puas, kenyang, dan mengkonsumsi makanan lebih sedikit di banding mereka yang menu sarapannya rendah protein.
Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menentukan dampak dari jenis sarapan terhadap penurunan berat badan.
Kesimpulan
Menjadikan sarapan sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari adalah strategi kunci untuk digunakan sebagai bagian dari metode manajemen gaya hidup untuk penurunan berat badan jangka panjang dan berkelanjutan.
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


