Seberapa pentingkah anda?

  komentar

Selama ini kita mungkin mendefinisikan arti ”orang penting” sebagai sebuah prestasi yang mewah, wah dan hanya dimiliki orang-orang tertentu. Seperti pejabat atau  pengusaha yang bisa menentukan nasib orang lain.

Pemahaman seperti itu tidak salah dan tidak perlu dicari-cari kesalahannya.

Namun pemahaman seperti itu, akan mempersempit harapan bagi orang awam yang ingin membangun kualitas personal, agar bisa menjadi orang penting dibidangnya masing-masing.

Pejabat memang termasuk aktor penting, sebab banyak keputusan yang dikeluarkan berdasarkan persetujuannya. Anggota dewan adalah orang penting sebab dari sanalah legitimasi hukum, politik dan sosial bisa diterima.

Sampai disini saya yakin anda sudah bisa menangkap apa yang saya maksud dengan orang penting dalam kacamata umum.

Lalu bagaimana dengan profesi lain? Penulis misalnya? Tukang tambal ban, sopir taxi, pengusaha kecil, dan profesi-profesi lain yang mungkin selama ini tidak terlihat dan dianggap hanya sebagai penunjang hidup. Agar tidak hidup dalam keadaan miskin atau kelaparan.

Menurut saya, ini ada kaitannya dengan kepercayaan diri seseorang. Jika apa yang kita lakoni merupakan sesuatu yang kita idamkan. Dan kita memiliki integritas yang tinggi terhadap apa yang kita lakukan. Maka hal itu akan membuka peluang kita untuk menjadi orang penting.

Jika profesi sebagai sopir taxi bukan sebuah pencapaian yang kita idam-idamkan maka profesi itu tentu saja tidak akan membuat kita merasa percaya diri untuk mengakui bahwa ini adalah profesi idaman. dan akibatnya anda akan mengatakan bahwa profesi sopir taxi bukan sebuah pekerjaan yang penting.

Sebelum terlalu jauh, anda juga perlu ketahui bahwa orang penting memiliki ruang publik terendiri. Pejabat sekelas menteri tentu ruang publiknya lebih luas daripada sopir taxi. Segmentasi pengakuannya juga sangat berbeda jauh. Kelas sosialnya terpisah, gengsinya tentu juga tidak sama dan lain sebagainya.

Seorang pengusaha tentu mendapat pengakuan dikalangan kaum buruh, pekerja kantoran dan juga para bankir yang menginginkan agar ia menyimpan kekayaannya di bank mereka. Pengusaha lebih mendapat pengakuan sebagai orang penting dari kalangan bankir dibandingkan sopir taxi.

Namun sopir taxi sangat penting dikalangan penumpang yang menginginkan jasa angkutannya.

Jadi masing-masing profesi / pekerjaan akan sangat ditentukan oleh ruang publik, sosial dan kelas sosial, serta kepentingan apa yang ada dibalik sebuah profesi.

Pertanyaannya kemudian....

Apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya pahami, agar profesi yang saat ini saya geluti bisa berpotensi menjadi suatu pekerjaan yang penting? Dan juga bisa menjadikan saya sebagai orang penting?

Okelah...

Di atas saya sudah beri deskripsi singkat. Bahwa orang yang penting adalah orang yang yakin dengan pilihan profesinya dan memiliki integritas atau kecintaan yang besar terhadap apa yang dilakukan.

Secara lebih jelas, menurut saya orang penting itu adalah orang yang memiliki integritas terhadap apa yang diminati. Dan dengan integritas yang tinggi akhirnya ia mendapat pengakuan yang besar dari kalayak. Dan karena pengakuan inilah akhirnya terjadi semacam pengakuan diri sendiri bahwa saya memang adalah orang penting.

Katakanlah profesi itu adalah sebagai penulis. Jika kita memiliki rasa suka yang besar terhadap profesi penulis. Maka kita akan dengan sepenuh hati melakukan kegiatan ini. Mencari ide tulisan, menuangkan dan menganailisi tulisan kita. Apakah berdampak bagus untuk pembaca atau tidak.

Kita akan meluangkan waktu penuh untuk mewujudkan peningkatan kualitas dibidang penulisan. Ada usaha, ada target, ada keinginan yang tidak main-main. Untuk mewujudkan cita-cita menjadi seorang ”penulis yang penting”.

Kita tidak akan menjual waktu kita untuk sesuatu hal yang akan membuat kegiatan / profesi kita sebagai penulis jadi hancur. Kita akan menomor satukan profesi ini di atas segalanaya dalam tingkatan yang wajar. Namum bukan berarti anti sosial atau atheis.

Dengan kata lain, semakin kita sadar, bahwa apa yang kita lakoni memang sudah merupakan cita-cita yang kita inginkan. Maka semakin bersemangatlah kita untuk memaksimalkan potensi yang ada. Proses semua itu akan menciptakan karakter yang kuat antara diri kita dan profesi yang kita geluti.

Kesimpulannya, menjadi orang penting itu asal muasalanya dari persepsi kita dulu untuk mencipatakan kondisi yang serba penting, terhadap apa yang kita perbuat. Apa yang kita kejar. Apa yang ingin kita capai. selanjutnya aktifitas kita akan mengikuti.

 





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer