Sekilas Sejarah Petasan

  komentar


Petasan (mercon) adalah peledak yang dibalut dengan beberapa lapisan kertas, biasanya bersumbu, dan juga digunakan untuk memeriahkan suatu perayaan. Petasan termasuk bahan yang berdaya ledak rendah (low explosive). Bubuk yang digunakan sebagai bahan baku petasan adalah bahan yang mudah terbakar pada kondisi tertentu.

Sejarah petasan dimulai ketika seorang juru masak China mencampurkan garam peter (kalium nitrat), belerang (sulfur), dan arang dari kayu (charcoal). Ternyata bahan-bahan ini mudah terbakar. Kemudian, bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam bambu. Itulah petasan yang pertama pertama diciptakan. Petasan ini dipercaya dapat mengusir roh jahat dalam perayaan-perayaan. Dalam perkembangannya, petasan ini menjadi peramai acara-acara di negeri China.

Akhirnya tren petasan ini pun menyebar keseluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Di Indonesia, petasan diyakini dibawa oleh orang Tionghoa. Sejarawan Betawi, Alwi Shahab, meyakini bahwa petasan yang kini menjadi tradisi dalam pernikahan orang Betawi merupakan tradisi yang ditiru dari orang Tionghoa. Namun sekarang petasan menjadi sajian yang sudah umum diwaktu Ramadhan. Tetapi, kalau dahulu tujuannya untuk menyemarakkan Ramadhan, sekarang berubah menjadi ajang untuk menjaili teman atau siapapun yang lewat dijalan. Kalau sudah seperti ini yang membuat kita jadi kawatir dan merasa takut dibuatnya... bisa-bisa dari ledakan petasan itu membuat kita kaget. Untung jika kita tidak jantungan.

Petasan yang diledakkan akhir akhir ini sudah sangat membahayakan sekali bagi masyarakat, jika sudah sangat membahayakan bagi keselamatan masyarakat sudah sepastinya bahwa petasan dilarang saja....... toh hanya menghambur-hamburkan uang, dengan kata lain "membakar uang" orang jawa bilang "Ngobong duwit"

Selanjutnya baca berikut ini : 

Sumber : Tashfiyah





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer