Siapakah Rachel Corrie

  komentar


Siapakah dibalik nama kapal pembawa misi kemanusiaan dari Irlandia. Dialah Rachel Corrie, lahir pada 10 April 1079. Ia lahir anak bungsu dari tiga bersaudara yang lahir di keluarga Amerika yang sejak kecil dia sudah memiliki pandangan untuk memperjuangkan hak sesama manusia, teringat saya pernah menonton video pidatonya Corrie waktu kecil, dia bilang akan memperjuangkan nasib anak-anak yang banyak kelaparan, betapa besar hati anak ini dan hatinya yang besar terus dia pegang sampai akhir hayatnya.

Setelah menamatkan SMA, Corrie kemudian melanjutkan studinya ke The Evergreen State College. Di sinilah dia kemudian bergabung dengan gerakan kemanusiaan bernama Olympia Movement for Justice and Peace. Dari situ, dia lantas masuk International Solidarity Movement (ISM). ISM adalah lembaga yang didirikan pada tahun 2001, lembaga untuk gerakan kemanusian dan untuk aksi damai untuk melawan kekejaman zionis Israel. Gerakan ini didirikan untuk menekan Israel dan tentaranya untuk menghentikan kekejaman dan penjajahannya.

Untuk melancarkan aksinya, Corrie si perempuan muda warga negara Amerika Serikat, kemudian berangkat ke Rafah di Jalur Gaza pada tahun 2003 dan mengikuti pelatihan selama dua hari untuk menjalankan aksi damai. Begitu menyaksikan banyaknya rumah warga Palestina yang dihancurkan Israel, dia sangat geram. Dia juga menyaksikan betapa setiap hari warga Palestina dibunuh oleh Israel.

Corrie merekam semua kejadian ini dalam email yang dikirimkan kepada keluarganya di Washington. "Wahai kawan dan keluarga, saya sudah dua pekan satu jam di Palestina. Saya masih kesulitan berkata-kata untuk bisa menggambarkan kondisi yang saya lihat di sini. Sungguh ini kondisi paling sulit buat saya untuk memikirkannya sambil duduk dan menuliskan kembali setelah berada di Amerika," begitu bunyi salah satu email Corrie yang dikirim 7 Februari 2003.

Pada tanggal 16 Maret 2003 merupakan hari terakhir Rachel Corrie, ia meninggal dunia dengan cara yang tragis dilindas buldoser Israel buatan AS. Hari itu, Corrie ada di Kota Rafah, Palestina, bersama teman-temannya dari International Solidarity Movement, menyaksikan penyerbuan tentara Israel ke kota itu. Dengan dalih mencari “teroris”, gerombolan tentara "teroris" Israel menyerang Rafah dengan amunisi lengkap.

 


Dua bulldoser dan tank-tank Israel melaju kencang di jalanan Hi Salam, Rafah, Jalur Gaza, perbatasan Mesir menuju rumah-rumah penduduk Palestina. Satu buldoser dikendarai operator, dipandu seorang tentara yang berhenti tepat di depan rumah Nasrallah, salah satu keluarga di Rafah. Sudah beberapa hari Rachel tinggal di dalamnya. Bukan sekedar menumpang tidur, tapi Rachel sengaja menghendaki tentara IDF mengurungkan niat membongkar rumah itu karena keberadaannya.

Rachel menegaskan tekadnya untuk bersama warga Palestina memperjuangkan kemerdekaan. Kesan seram ini dipotret Rachel melalui e-mail yang dikirim kepada Mamanya. Dua kamar depan rumah mereka tak dapat digunakan. Dinding-dindingnya hancur ditembus peluru Israel. Seluruh anggota keluarga; tiga anak dan dua pasang suami istri tidur di ruang tengah. Aku tidur di lantai bersama anak perempuannya, Iman dalam satu selimut.

Tanggal 16 Maret 2003 adalah hari terakhir Corrie dengan niat yang sangat mulia untuk menghentikan aksi kekejaman Zionis Israel bersama sekutunya. Dia meninggal digilas sampai seluruh badannya remuk, digilas dengan sebuah buldoser yang sangat besar yang dikendalikan oleh pasukan Zionis Israel. Hari itu adalah hari terakhir hayatnya tetapi perjuangannya tetap terus sampai Palestina Merdeka, dan zionis di hapuskan dari muka bumi.

Kalau ada yang mau tahu bagaimana sikap pemerintah Amerika (yang katanya paling memegang dan menghargai Hak Asasi Manusia). Kematian Corrie dianggap biasa saja, karena dibunuh oleh sang sekutu tercintanya si Zionis Israel. Bahkan warga Amerika pun tidak ada artinya di Mata Amerika dibanding dengan Zionis Israel. Bagaimana warga dunia bisa percaya Amerika yang katanya akan memperjuangkan perdamaian Timur Tengah.

Jujur saya nulis ini ngga tega ngeliat nasib perempuan yang mempunyai niat baik mesti tewas dan tidak diperdulikan oleh negaranya. Tapi masih banyak rakyat dunia yang akan terus melanjutkan perjuangannya. Dan dia sungguh mulia dari pada para pemimpin negara arab yang pengecut.

 

Video Corrie Kecil

 

 

Rachel Corrie - Interview

 

 

 

sumber : http://www.republika.co.id, http://www.kaskus.us/showthread.php?p=222751818, http://en.wikipedia.org/wiki/Rachel_Corrie





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer