Mengunjungi Orang Sakit Bisa Menyehatkan Tubuh
komentar
Yap, hasil penelitian terbaru mengatakan bahwa saat mengunjungi orang sakit, sistem kekebalan tubuh akan bekerja ekstra keras. Padahal penelitian sebelumnya mengatakan bahwa orang akan bereaksi secara psychology saat mengunjungi orang yang sakit, misalnya merasa jijik.
Tapi penelitian terakhir yang dilakukan oleh University of British Columbia mengatakan bahwa mengunjung orang yang sakit dapat merangsang sistem kekebalan tubuh. Kesimpulan ini di dapat oleh peneliti di bidang psychology, Mark Schaller dan tim-nya di University of British Columbia, melakukan pengujian terhadap beberapa sukarelawan.
Para sukarelawan tersebut di perlihatkan beberapa set gambar. Pada hari pertama, diperlihatkan beberapa gambar mengenai furniture. Pada hari berikutnya, sukarelawan di minta memilih dua set gambar: orang yang sedang sakit (penyakit kulit) dan orang yang sedang menunjuk senjata. Gambar senjata di sertakan dengan tujuan agar peneliti dapat memahami efek dari penglihatan terhadap sistem kekebalan tubuh dari ancaman yang bersifat non-infeksi.
Sample darah di ambil sebelum dan sesuah sukarelawan di perlihatkan gambar. Kemudian peneliti menambahkan sedikit bakteri pada masing-masing sampel untuk mengetahi tingkat kekebalan nya. Dan hasilnya, mereka yang melihat gambar orang yang sakit, punya respon sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat di banding yang melihat gambar senjata. Sedang mereka yang melihat gambar furniture, tidak menampakkan perbedaan dengan mereka yang melihat gambar senjata.
Dari hasil percobaan tersebut, Schaller dan tim-nya percaya bahwa respon yang diberikan oleh sistem kekebalan tubuh saat melihat orang yang sakit mungkin bersifat adaptive. Dia mengatakan bahwa dulu, saat harapan hidup masih sangat tipis di banding sekarang, mempunyai sistem kekebalan tubuh yang aggresif adalah hal yang sangat membantu.
Akan tetapi, menurut Schaller, meski untuk jangka pendek respon yang kuat dari sistem kekebalan tubuh dapat membantu memerangi infeksi, tapi untuk jangka panjang ada konsekuensi negatifnya. Untuk dapat memerangi infeksi, sistem kekebalan tubuh membutuhkan banyak energi dan sumber daya. Sama halnya dengan mesin mobil. Jika terus-terusan di set pada level yang tinggi, suatu saat pasti akan menurun, dan gagal.
Will Gervais, salah seorang peneliti dan PhD psychology student di UBC mengatakan bahwa.. "Penelitian ini memancing banyak pertanyaan yang kami harap penelitian di masa depan akan mencoba menjawabnya. Salah satu contoh pertanyaan yang belum terjawab adalah mekanisme nya: Apa yang menyebabkan sistem immune merespon saat melihat penyakit? Kami tahu bahwa melihat orang yang sakit akan meningkatkan sistem immune, tapi kami benar-benar tidak tahu mengapa itu bisa terjadi?"
Dr. Earl Brown, seorang virologist dan professor di department biochemistry, microbiology, dan immunology pada University of Ottawa's faculty of medicine, mengatakan penelitian ini sangat penting untuk membantu peneliti mencari efek dari kondisi pikiran terhadap physiology.
Akan tetapi, Brown mengulangi pendapat peneliti yang mengatakan bahwa memiliki sistem immune yang terus berada pada level yang tinggi dapat membahayakan kesehatan. Menurut Brown... "Pada saat-saat seperti ini, banyak orang yang bersin akibat allergy, dan energy yang tinggi pada sistem immune mungkin bukanlah hal yang baik (saat tidak ada ancaman yang nyata dari penyakit)"
Hasil penelitian ini di publikasikan pada journal Psychological Science.
Sumber di artikel di ambil dari: Seeing sick people can boost immune response, study finds.
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


