SOEKARNO dan HELDY DJAFAR

  komentar


Siapakah sosok Heldy Djafar dan apa hubungannya dengan Bung Karno?

Perjumpaan Bung Karno dan Heldy untuk pertama kali ketika Heldy menjadi anggauta Barisan Bhinneka Tunggal Ika untuk menyambut kedatangan Tim Piala Thomas-tahun 1964. Setahun kemudian Bung Karno mengajaknya berdansa dalam sebuah acara di Istora Senayan.

Ketika itu Bung Karno bertanya, "Kamu kok lama gak kelihatan? Sombong ya, pacaran saja?"

Heldy ketika itu merasa gugup dan menjawab, "Saya enggak pacaran Pak."

Enam bulan kemudian Bung Karno-Heldy Djafar menjadi pasangan pengantin dengan beda usia 48 tahun. Ketika itu Heldy masih gadis ranum berusia 18 tahun. Pernikahan dilakukan di Jakarta pada tanggal  11 Mei 1966. Sayangnya, perkawinan tersebut hanya berusia 2 tahun. Heldy menjadi kian sulit untuk bertemu dengan suaminya, karena Bung Karno masuk tahanan di Wisma Yaso. Heldy pun menjadi janda dalam usia yang sangat muda.

Dalam masa itu ungkapan Bung Karno dalam sebuah surat yang ditulis di atas kertas putih yang kini sudah mulai buram dimakan waktu. Tulisann di atasnya-dalam huruf  sambung yang indah- masih jelas terbaca:

"Dear Dik Heldy,

I am sending you some dollars, Miss
Dior, Diorissimo, Diorama.
Of course, also my love.

Mas"

Surat ini menyertai kiriman uang dan beberapa botol parfum dikirim Bung Karno dari tempat penahanannya di Wisma Yaso-Jakarta kepada Heldy Djafar.

Perkawinan Bung Karno-Heldy Djafar ini tak bayak diketahui orang, namun sebenarnya Heldy merupakan salah satu wanita yang dinikahi secara resmi oleh Bung Karno selain Utari Tjokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Yurike Sanger, Haryati, Kartini Manoppo, dan Ratna Sari Dewi.

Jika Utari Tjokroaminoto adalah putri pahlawan nasional kita Tjokroaminoto dan kita ketahui kini Maya Estianti-mantan istri Ahmad Dhai merupakan cicit dari Utari dan siapakah Heldy Djafar?

Heldy Djafar, selanjutnya menikah lagi dan mempunyai anak yang kini kita kenal sebagai ibu dari Maya (mantan istri Ari Sigit Soeharto).

Yang akan saya garis bawahi adalah, entah kebetulan atau tidak, bahwa sosok seseorang yang terlahir dari orang tua atau leluhur yang mempunyai nama besar, barangkali akan menjadi biasa bila seseorang itu mempunyai nama besar. Namun, akan menjadi sesuatu yang luar biasa, bila seseorang itu menjadi besar dan terlahir dari orang yang biasa-biasa saja.

Ya, meski hal tersebut sesuatu yang tidak mudah, namun tidak menutup kemungkinan bukan kalau, saya, Anda dan kita kelak menjadi orang-orang yang mempunyai nama besar.

Sumber gambar: tribunnews.com

Sumber tulisan:  http://id.shvoong.com/books/biography/2160380-bung-karno-dan-heldy-djafar/





Ripiu comments powered by Disqus



Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer