Stop Merokok
komentar
Judul Buku : Stop Merokok
Pengarang : Lisa Ellizabet Aula
Penerbit : Garailmu
Isi : 194 halaman
Rincian Bab :
Bab1 Apa itu Rokok?
Bab2 Mengapa Merokok?
Bab3 Tipe-tipe Perokok
Bab4 Perilaku Merokok
Bab5 Rokok, Teman atau Musuh?
Bab6 Rokok Terkini
Bab7 Stop Merokok
Bab8 Peraturan Tentang Rokok
Bab9 Sekarang atau Tidak Selamanya
Isi Rangkuman :
Rokok bukanlah barang asing lagi bagi kita. Berdasarkan PP NO. 19 tahun 2003, dijelaskan bahwa rokok adalah hasil olahan tembakau yang dibungkus termasuk cerutu ataupun bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica, atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Adapun jenis-jenis rokok mulai dari Kawung, Sigaret, Cerutu, Rokok Putih, kretek dan klembak. Umumnya setiap rokok mengandung lebih dari 4000 jenis bahan kimia, 400 bahan yang berbahaya bagi tubuh dan beberapa zat berbahaya seperti nikotin, karbonmonoksida, tar, arsenic, amonia, acrolein, dan lain-lain.
Banyaknya perokok ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor sosial, psikologis dan genetik. Faktor sosial sendiri merupakan faktor terbesar bagi seseorang untuk merokok. Karena pada umumnya calon perokok khususnya para remaja masih belum menemukan jati diri mereka, sehingga mereka cenderung meniru kebiasaan orang dewasa seperti kebiasaan merokok. Sedangkan faktor psikologis umumnya cenderung mendorong seseorang untuk merokok agar mendapatkan rasa relaksasi dan mengurangi kecemasan atau ketegangan. Artinya ikatan psikologis dengan rokok hanyalah bertujuan untuk mengatasi diri sendiri dengan mudah dan efektif. Dan faktor genetik sendiri lebih mengedepankan pada munculnya media massa iklan yang menganggap bahwa rokok dapat menunjukkan kejantanan seseorang, sehingga dapat mensugesti seseorang untuk merokok.
Umumnya dari sekian banyak perokok, ada 2 tipe perokok yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif sendiri adalah seseorang yang benar-benar memiliki kebiasaan merokok. Sedangkan perokok pasif adalah seseorang yang tidak memiliki kebiasaan merokok, namun terpaksa harus mengisap asap rokok yang dihembuskan oleh orang yang kebetulan tengah berada di dekatnya. Umumnya tipe perokok ini justru memiliki risiko yang sama dengan perokok aktif. Artinya meskipun mereka tidak merokok, namun efek yang mereka rasakan akan sama dengan orang merokok pada umumnya.
Menurut Laventhal dan Clearly, ada 4 tahap dalam perilaku merokok. Yang pertama adalah Tahap Prepatory yaitu tahap dimana seseorang mendapatkan gambaran yang menyenangkan mengenai merokok sehingga menimbulkan niat untuk merokok. Tahap yang kedua adalah Tahap Initiation, yaitu tahap keputusan seseorang untuk meneruskan atau berhenti dari perilaku merokok. Kemudian adalah tahap dimana seseorang yang telah mengkonsumsi rokok yang disebut tahap Becoming a Smoker. Yang terakhir adalah Tahap Maintaining of Smoking yang berarti merokok sudah menjadi bagian dari cara pengaturan diri. Sedangkan karakter perokok sendiri dapat dilihat dari tempat mereka sering merokok misalnya di tempat umum ataupun di tempat yang bersifat pribadi. Namun, terlepas dari itu semua merokok dimanapun tetaplah berbahaya karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Rokok sebagai teman ataukah musuh kita? Mungkin pertanyaan itulah yang sering menjadi perdebatan di kalangan masyarakat pada umumnya. Anggapan bahwa rokok adalah teman pasti sangatlah identik dengan pernyataan beberapa perokok. Karena biasanya mereka meyakini bahwa rokok dapat memberikan dampak positif bagi mereka dan tentunya dapat membuat mereka menjadi lebih baik dalam menjalani hidup. Dan sebaliknya, bagi orang yang anti rokok, mereka pastinya menyebut bahwa rokok adalah musuh besar mereka. Karena sebagaimana kita tahu bahwa rokok memiliki bahan kandungan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan, seperti menyebabkan penyakit kanker, penyakit paru-paru, penyakit jantung koroner, impotensi, kanker kulit, kanker mulut, kanker bibir, kanker kerongkongan, merusak otak dan indra, mengancam kehamilan,penyakit stroke, merontokkan rambut, katarak, keriput, merusak pendengaran, merusak gigi, Emfisema, Osteoporosis, tukak lambung, kanker rahim, keguguran, kelainan sperma, penyakit burger, dan memperlambat pertumbuhan anak.
Sejauh ini, tembakau yang notabene adalah salah satu bahan pembuat rokok, terbukti menduduki peringkat pertama menyangkut penyebab utama kematian di dunia. Perlu diketahui bahwa dari sekian banyak perokok diseluruh dunia, sekitar 80% hidup di negara berkembang, termasuk Indonesia. Dan berdasarkan data WHO, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai konsumen rokok terbesar didunia. Hal tersebut tidak mengherankan karena mengingat begitu pesatnya perkembangan industri rokok di Indonesia.
Menurut Jtandra Yoga Aditama, seseorang tidak mudah untuk berhenti merokok karena dua alasan, yaitu faktor ketergantungan atau diksi pada nikotin dan faktor psikologis yang merasakan adanya kehilangan suatu kegiatan jika berhenti merokok. Oleh karena itu, perlu adanya beberapa bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada perokok yang ingin berhenti merokok, seperti Medication Therapy (Terapi Obat), Hipnoterapi, Metode Akupunktur, Behavioral Therapy, Motivational Therapies, dan Terapi Keagamaan.
Perlu diketahui, bahwa Pemerintah sedang mempersiapkan RUU tentang Pengesahan FCTC(Framework Convention on Tobacco Control). Tujuannya adalah untuk melindungi generasi muda terhadap kerusakan kesehatan, konsekuensi sosial, lingkungan dan ekonomi karena konsumsi tembakau dan paparan asap tembakau. Peraturan tersebut diharapkan segera rampung karena sudah terbukti efektif dalam mengatasi permasalahan pengelolaan tembakau.
Ada beberapa tips yang dapt membantu untuk menghilangkan rokok dari kehidupan, diantaranya adalah menetapkan masa berhenti merokok dan berhenti sepenuhnya pada pada hari itu juga. Dalam menghadapi masa berhenti merokok, umumnya perokok merasa kesulitan karena mereka dianjurkan untuk tidak merokok seharian penuh. Padahal biasanya mereka mampu menghabiskan 2-5 batang perhari. Lama tidaknya para perokok melewati masa ini juga bergantung dengan lama tidaknya mereka kecanduan rokok. Karena semakin lama kecanduannya maka semakin lama pula untuk melewati masa ini dan begitu pun sebaliknya. Setelah melewati masa tersebut, para perokok dianjurkan untuk mengubah kebiasaan merokok dengan kebiasaan lainnya seperti minum kopi, jus atau yang lainnya. Dengan cara itu niscaya semakin banyak orang yang berhenti merokok.
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


