Tanda dan Gejala Heterophoria
komentarTanda-tanda dan gejala yang sering dihadapi oleh penderita heterophoria adalah :
Sakit kepala
- Biasanya terjadi pada bagian frontal kepala, akan tetapi dapat juga dibagian occipital.
Sakit mata
- Penderita heterophoria akan mengeluh perasaan seperti perih setelah berkedip atau menutup mata, biasanya rasa sakit ini terdapat dibgian samping mata yang mengalami heterophoria.
Diplopia ( terjadi bayangan ganda atau double )
- Hal ini merupakan kelemahan dari mata heterophoria yang digunakan untuk melihat dalam jangka waktu lama dan terus-menerus.
Blur Vision ( terjadi penglihatan kabur )
- Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi dapat mengakibatkan terjadinya heterophoria yang tidak terkompensasi. Hubungannya dengan akomodasi konvergensi dan juga sebaliknya pada phoria yang derajatnya dapat dipengaruhi dari hasil kemampuan akomodasi dan penglihatan menjadi kabur.
Kesulitan akomodasi
- Penderita akan mengeluh bahwa penglihatan jauhnya kadang kabur dan biasanya terjadi pada periode yang lama.
Masalah stereopsis
- Kadang-kadang penderita akan mengalami kesulitan untuk memperkirakan kedalaman. Hal ini disebabkan kaena adanya mata yang dominan sehingga mengakibatkan pengaburan bayangan pada salah satu mata.
Monocular comfort ( penglihatan monokuler lebih nyaman )
- Penderita heterophoria akan mengatakan bahwa dengan penglihatan lebih baik dan nyaman jika salah satu mata ditutup. Akan tetapi terkadang juga dapat menyebabkan fotopobia atau silau.
Mata merasa pedih
- Penderita heterophoria akan mengeluhkan perasaan sakit sebatas pada kelopak mata, karena pengaruh adanya heterophoria tersebut.
Iritasi umum
- Kesulitan dalam mempertahankan kenyamanan penglihatan tunggalnya, maka menyebabkan pasien mengeluh adanya rangsangan dari gangguan syaraf.
Occular torticolis
- Hal ini biasanya penderita heterophoria akan memutar kepalanya kearah kerja otot yang lumpuh atau lemah. Kedudukan kepala yang miring menjadikan diplopia yang terjadi terasa berkurang pada phoria yang vertikal.
Dari semua keluhan-keluhan tersebut diatas akan hilang jika mata yang sakit atau mata yang mengalami kelainan heterophoria ditutup.
Diharapkan para pembaca yang baik hati untuk selalu belajar dan mempelajari tentang seputar dunia penglihatan, karena kelainan pada mata sering kali diabaikan. Padahal kita tahu bahwa mata adalah merupakan indera yang paling vital dalam kehidupan, tanpa adanya penglihatan akan mustahil kita dapat menentukan segalanya, termasuk membaca tulisan ini....... ya kan? Pembaca juga harus pelajari tentang Pengertian Heterophoria.
Oh...... iya jangan lupa baca dibawah ini :
Juga kunjungi Dunia Refraksi tentunya.
Sumber : Buku RKR oleh J.A.Yunus, Akademika
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


