Wanita Peka Zaman
komentar
Rasulullah s.a.w telah mengajarkan bahwa wanita sangat membutuhkan
bimbingan serius, perhatian, dan limpahan cinta yang besar karena
tanggung jawab besar dalam kehidupan nyata telah menunggunya. Ia
membutuhkan orang yang mampu menghimpun tenaganya dan mengokohkan
kepribadiannya. Jika tidak, ia akan hidup dalam kehampaan serta tak
mengerti akan tuntutan perang nyatanya terhadap diri dan keluarganya.
Jadi sosok seperti apakah wanita yang kita dan masyarakat dambakan? Bagaimana pula kita mendidik anak-anak perempuan kita pada zaman yang
penuh syahwat, bujukan, serta efek buruk yang menjadikan wanita hari ini
tersesat dan bingung?
Pemudi merupakan anak perempuan dirumah kedua orang tuanya. Kita berharap, ia mau aktif dalam rumah tersebut untuk menyebarkan cinta, ghairah dan kehidupan. Sehingga ia, turut menanggung duka ibunya, berusaha membantu, dan mengemban sebagian tanggungjawabnya.
Kita berharap ia mau membantu bapaknya, turut merasakan dukanya, serta menolong pekerjaan dan kemaslahatannya tanpa terlalu ikut campur dan bersikap negatif. Kita juga berharap ia sangat peduli dengan ibu, bapak, saudara dan saudarinya.
Ia merealisasikan Islam pada dirinya dan menunjukkan kebaikan kepada mereka sebagaimana sikap seorang gadis yang menolak untuk mencampur susu dengan air karena menyelisihi perintah Amirul Mu'minin. Ia telah mengingatkan ibunya kepada Allah yang selalu mengawasi dan melihat. Kemudian, jadilah ia nenek bagi Amirul Mu?minin Umar Bin Abdul Aziz.
Ia adalah wanita yang memahami trik permainan musuh dan usahanya dalam merendahkan derajat wanita dengan dalih kebebasan, modernisasi serta memperdagangkan tubuhnya sebagai bentuk penyembahan harta dan materi. Ia adalah seorang pembaru di bidang ilmu yang dipilihnya dan sesuai dengannya.
Ia adalah muslimah yang menjadi guru profesional,
menonjolkan dan menjadi ilmuwan. Sebagaimana ribuan wanita lainnya dalam
sejarah islam, misalnya: Ummu Haya', Hafshah Al Baghdadiyah dan Ummu
Habibah 'Aisyah Al Ashbahaniyah yang telah dianugerahi berbagai
penghargaan dalam bidang ilmu dan pembaharuan.
Karenanya kita tidak
menginginkan wanita yang lemah, mudah digoncangkan atau dipengaruhi oleh
orang-orang munafik. Selain itu, ia tidak dilalaikan dengan berbagai
bujukan dan rayuan yang menyeru kepada kefasikan, gurauan dan
penyimpangan dari jalan yang benar.
Inilah sosok wanita yang sebenarnya. Karena, jika tidak seperti itu, berarti ia seperti wanita-wanita lain yang hanya sibuk dengan berbagai syahwat dunia.
Ya Allah... Tunjukkanlah wanita-wanita islam kepada apa yang Engkau cintai dan ridhoi, wahai Rabb semesta alam!
Ripiu.com © 2010 Kreatifroom - Best View with All Major Browser except Internet Explorer


